[Freelance] IX-A’s Story Chapter 3

Image

[FREELANCE] IX-A’s STORY CHAPTER 2

Title: IX-A’s Story

Length : Multichapter

Author : Kwon Yuyoung~

Rating : PG-11

Genre : School life, Friendship, Fantasy, Fluff

Cast : Lee Sunny (SNSD), Kim Hyoyeon (SNSD), Stephanie Hwang (SNSD), Kim Jongdae (EXO-M), Kim Jongin (EXO-K)

Other cast : *look by yourself*

A/Note : Chapter 3 udh ada nih ^^

.

.

.

.

Author’s Pov

 

“HAH? 1897?!” teriak semua kecuali ahjumma itu.

“ ya ampun, kalian telmi sekali rupanya. Ini memang tahun 1897.” jelas ajumma itu dengan tersenyum sejenak.

“ta-tapi …tapi apa hubungannya dengan toko buku?” tanya yoona gelagapan.

“Apa, kau bilang Nak? Toko buku ? Maaf nak , didaerah sini tidak ada toko buku. Sepertinya hanya ada perpustakaan , tetapi 1 mil jauhnya.”

Mereka berpandang-pandangan.

“Hyo, anggap saja semua ini hanya mimpi “ kata Tiffany.

“Woah , kau sangat cantik gadis berambut merah , siapa namamu?” tanya Ahjumma itu.

“T-Tiffany,” jawab Tiffany gemetaran , semua menatapnya dengan bingung.

“Tiff-tiffany? Nama yang sangat langka dan unik , di Seoul sebenarnya tidak ada yang seperti itu namanya. Keren” ungkap ahjumma itu.

“ma-maaf ahjumma , kurasa banyak sekali yang bernama Tiffany di Korea” potong Dasom.

“nak, kalian sangat ketinggalan berita” tegas ahjumma itu lalu mengajak mereka masuk.

 

End Author Pov

 

Chanyeol’s Pov

“aish , dimana sih ini , liat rumahnya kuno sekali. Jadulll(?)” teriak Suho di telingaku.

“woah , kau benar sekali Myunnie , mana ada AC disini. Dan liat lah, Tvnya pun masih tv model lama yang berwarna hitam putih” tunjukku.

End Chanyeol’s Pov (Author Pov)

“Kalian , mau makan apa? Tampaknya kalian lelah” ucap ahjumma itu.

“eum , maaf merepotkan . Kami hanya ingin waffle saja” jawab Chen.

“o’ya nama Ahjumma siapa ya?”

“Namaku ? Kalian bisa memanggilku Gong ahjumma , tapi apa itu waffle? “ tanya Gong ahjumma.

“sialan , dia tidak tahu waffle. Apalagi pancake” bisik Sera kearah Sunny, Hyoyeon dan Tiffany.

“yakk , bagaimana jika ramyun saja?” usul Tiffany setelah hening beberapa saat.

“Bolehlah , eumm …. maaf menunggu lama. O’ya ini anakku , Gong Minji, “ jelas Gong ahjumma sambil memperlihatkan anaknya yang memakai kimono.

‘anak itu, jadul sekali’ bisik Baekhyun kepada Chanyeol. Keduanya meringis sambil menatap potongan jadul gadis berambut pendek itu.

“Baik , kalian boleh istirahat tapii , kalian harus tidur di sana , di kamar tamu. Dan kamar itu cukup sempit .Kalian ada 20 orang? Astaga “ seru Gong ahjumma. “sebenarnya kalian ini darimana?”

“oh, astaga kita tidak bisa menjawabnya . pasti ia sangat kaget dan mengalami serangan jantung , Tiff “ seru Hyoyeon kepada Tiffany.

“eoh , kami dari toko buku “ tiba-tiba seorang gadis bernama Narsha menjawab .

“aissh , gadis itu mengacau suasana!” seru Kyuhyun kesal.

“Toko buku?!” minji dan ibunya bertatap-tatapan dengan aneh.

“eh , maksudnya perpustakaan” interupsi Hyoyeon cepat.

“oh. Lalu mengapa tiba-tiba kalian berada di tengah ladangku ? Apa kalian terjatuh ?” tanya ahjumma.

“aish , kita-kita tersesat tiba-tiba sebuah bus melaju sangat kencang dan menabrak kami hingga terlempar kesini” jawab Chanyeol dengan fiktif yang terdengar di setiap kalimatnya.

“Bus? Kaubilang bus? Aneh sekali , bus hanya ada di negeri Eropa saat ini, sayangku. Di sini hanya ada kereta kuda ! Bus di Eropa juga belum terlalu banyak , jadi apakah kau menghayal?”

JLEB…

“aish , chanyeol-a kau tidak berpikir ! Asal jeplak saja” tukas Baekhyun kesal dengan tangan menopang.

“akkkh , mianhe , tapi aku benar-benar tidak berpikir”

PLAK.

“auw, appo” Chanyeol mengelus kepalanya yang dijitak oleh Tiffany.

“Maksud chanyeol tadi , kami tertabrak kereta kuda” lirih Taeyeon.

“Astaga ! Apakah sebegitu buasnya kuda-kuda itu hingga melempar kalian? Oh, sungguh jahat kuda itu. Kalian tidak apa-apa ‘kan ?” tanya Gong ahjumma sambil terkejut.

“gwaenchana , tenang saja nanti kita bisa pakai handyplast” jawab Hyoyeon berusaha tersenyum ramah.

“Ha-handyplast? Apa itu ? wah, rupanya zaman sudah berkembang ya” ucap ahjumma itu sambil tersenyum.

“Maksudku, perban,” Hyoyeon membenarkan ucapannya.

“aish , kau sama saja dengan Chanyeol” rutuk Chen.

Hyoyeon hanya mencibir , sementara Gong ahjumma pergi ke dapur untuk mengambil sesuatu.

Tiba-tiba Minji berkata. “aku tahu kalian berasal dari mana” katanya sambil tersenyum smirk.

.

.

.

 

TBC ^^

 

Mian gaje , ini chapter tergaje(?) menurutku di epep ini .____.

R+C+L!!!Mian jika kependekan -_-”

[Freelance] IX-A’s Story CHAPTER 2

Image

 

[FREELANCE] IX-A’s STORY CHAPTER 2

Title: IX-A’s Story

Length : Multichapter

Author : Kwon Yuyoung~

Rating : PG-11

Genre : School life, Friendship, Fantasy, Fluff

Cast : Lee Sunny (SNSD), Kim Hyoyeon (SNSD), Stephanie Hwang (SNSD), Kim Jongdae (EXO-M), Kim Jongin (EXO-K)

Other cast : *look by yourself*

A/Note : Chapter 2 ^^

.

.

.

.

Author’s Pov

Sunny pun menyusul Suho dan Chanyeol ke UKS menemui Tiffany.

“steph, ayoo bangun dong. Banguun” kata Sunny sambil menarik-narik baju seragam Tiffany.

“sssh, dia ‘kan belum pulih,” seru Suho mengingatkan.

Sunny hanya mengangguk.

“Chanie, mau kemana?” seru Suho.

“m-mau ke lapangan basket,” jawab Chanyeol sambil melambai sejenak. “paiii” serunya.

“sunkyu-a, Chanyeol saja meniru perbuatanmu. Dia sekarang jadi suka melakukan bbuing-bbuing tau” seru Suho dengan geli.

“aish, dasar plagiator. Sudahlah, aku pulang dulu yaa” Sunny mengambil tas dan jaketnya lalu mengelus tangan Tiffany dengan cepat.

 

~

 

“Sunny-ya, kau mau tidak menginap dirumahku malam ini ?” tanya Hyoyeon sambil memainkan jaketnya.

“emm, gimana ya? Aku tanya eomma dulu saja. Aku sih bisa-bisa saja. Toh, seminggu ini kita libur” jawab Sunny.

“yak, thanks Sunshinee” seru Hyoyeon gembira.

 

~

 

“Eomma, Sunny pulaang~”

“Eh, sunny noona sudah pulang” seru Sungmin, adik kandung Sunny.

“uuu , yaa~! Eomma, aku boleh menginap di rumah Hyoyeon?” tanya Sunny sambil seperti biasa, melakukan aegyo bbuing-bbuing.

“Nde, silakan saja. Asal kan jaga diri baik-baik” seru eomma.

Sunny bersorak  “thanks eommaa! “ dia pun segera pergi ke kamarnya dan mengepak tas besar.

 

To : hyo

From : sunny ^^

Hyo, aku jadi nginep d km, thanks u.u

Akuu ke sana skrg y~~~

Paii 😉

 

Sunny pun segera pergi ke rumah Hyoyeon.

 

~

 

“Sunkyuu-aa!” seru Hyoyeon sambil membuka gerbang rumah megahnya, Hyoyeon memakai celana jeans pendek dan dress putih-pink.

“Sun, mana Tiffany sih? Kok tidak datang-datang juga sudah di SMS” keluh Hyoyeon. Sunny membulatkan mata. “kau tidak tau? Tiffany masuk UKS karena tersambar petir ,” sunny mengangguk-angguk.

“GYAA, apa yang terjadi dengan mushroom?! Gwaenchanayoo?” hyoyeon menjadi panic sendiri, tentu saja Tiffany sudah menjadi sahabatnya sejak kelas 5 SD.

Sunny mengangguk. “dia tidak apa-apa, kok” kata Tiffany.

“hft, baiklah kalau begitu. Ke kamarku yuks, kajja” seru Hyoyeon.

“Oya, ini Hyorin unnie” Hyoyeon menunjuk eonninya yang sangat cantik dan berambut cokelat .

“Hm … orang tua kamu mana, hyo-ssi ?” tanya Sunny gelagapan.

“mereka sedang pergi ke London ,” jawab Hyoyeon.

“oowwhh” jawab Sunny.

 

~

 

Esok nya mereka, bangun agak siang. Sekitar jam 10 pagi. “hoahmmm… kita kunjungin ppany yuk” ajak Hyoyeon.

“Steph? Kajja kajjaa” seru Sunny ceria sembari masuk kekamar mandi Hyoyeon dan mandi.

 

~

 

Hyoyeon’s Pov

 

“Ehh, RS Steph dimana, sih?”tanya Sunny.

“ng, kurasa aku mendengarnya ada di Care Family Hospital, di daerah Myeongdeong itu lho” jawab ku sambil mengingat-ingat.

“oh, arrachi , kajja” seru Sunny sambil mengajakku keluar .

 

~

 

Kubuka pintu rumah sakit Tiffany. aigo, tubuhnya tampak lemas dan tangannya masih ada luka bakar yang besar. Wajahnya pucat.

“Ppany, bangun, ppany ireona! Ini kami” seru Sunny dan aku.

Tiffany terbangun perlahan. “s-sunny? Hyoyeon?”

“Ya, ini kami “ jawabku bersemangat.

“Hmm, bisa antarkan aku ke taman RS ini ? Aku sangat sumpek , nih” seru Tiffany sambil mengeluh.

“Kajja, tapii~ kau harus pakai kursi roda. Tidak apa-apa ‘kan?” tanya Sunny lembut.

“tentu saja, aku hanya ingin menghirup udara segar “ seru Tiffany.

Taman RS itu sangat besar, bahkan luasnya bisa mencapai 1 hektar. Dengan air mancur besar, bunga-bunga,dan bahkan trotoar-trotoar berwarna-warni untuk berjalan- jalan.

“wow, indah sekali RS ini, kau mau kemana Steph ?”tanya Sunny.

“Kemana saja deh” ucap Tiffany.

“Fany –ssi, kajja kita ke air mancur itu !” seru ku.

“Nde, arraseo” jawab Tiffany lemah.

Mengetahui keadaan lemas Tiffany, Sunny langsung berbisik kearahku. “aish, bagaimana ini ? Jika ia pingsan disini ? Aduh, mwoya!?” Sunny langsung berkata lembut kearah Tiffany. “stephie , kajja kita ke kamarmu . Nanti sakitmu kambuh” kata Sunny.

“Aniyaa. Aku ingin disini saja, bagus sekali!” seru Tiffany bersikeras.

“oh, ehm… sebentar ya, Tiff…aku mau kesana dulu” Aku menunjuk toilet.

“ya” jawab Tiffany pendek sambil memerhatikan seekor kupu-kupu.

Aku pun memanggil suster. “sus, itu Tiffany Hwang teman saya, ia sudah lemas tetapi tidak mau ke kamarnya lagi, tolong dibujuk bisa ?”

“Ah ? Ya, tunggu sebentar” jawab suster itu lalu pergi kearah Tiffany.

“Hmm , kita pulang saja sekarang yuk , ppalli “ ajak Sunny kepadaku.

“hmm, nanti Ppany marah, lalu menganggap kami bukan teman sejati –“

“ssh ! Diam sajalah. Kau bilang saja kita pergi sebentar. Nanti suster itu ‘kan menanganinya. Lalu , kita pulang saja. Yuk” Hyoyeon menarik tanganku. Aku langsung berbisik kepada Tiffany.  “Ppany , aku dan Sunny pergi dulu ya, nanti kita kembali. “ Ia hanya mengangguk.

End Hyoyeon’s Pov

 

~

Author’s Pov

 

“Yak ! PARK CHANYEOL ! AKU ‘KAN SUDAH MEMBACA KOMIK, kenapa kau rebut lagi sih?!”

Teriakan-teriakan yang tidak asing terdengar dari dalam kelas IX-A. Pastilah itu Chanyeol dan Chen. Sunny tertawa kecil mendengarnya.

KRING, KRING…

“Hyoyeon, kajja masuk kelas”ajak Sunny.

“Iya, iya”

Ternyata guru hari itu adalah guru paling killer disekolah . Dan mood guru itu sedang illfeel. Semua orang disana menjaga kelakuan mereka sepanjang hari.

“Mph… Chanyeol-a, ssh ! Nanti ketahuan –“

Seorang namja nakal sedang mengambil permen karet dari sakunya. Ia hendak menempelkannya pada rambut seorang yeoja yang duduk di depannya saat ini , yeoja itu tampak sedang melamun tidak mendengarkan Ahn sonsaengnim yang terus saja berkicau (?) marah-marah didepan kelas.

“aish, nanti ketahuan. Habis kita kalau ketahuan, Myunnie” bisik Chanyeol kepada orang yang dipanggil Myunnie, siapa lagi kalau bukan si pembuat onar Suho ? Sebenarnya Suho adalah ketua kelas tetapi nakalnya bukan main.

“Ah, biarlah” seru Suho  cuek sambil menempelkan permen itu ke seorang yeoja berambut cokelat dihadapannya, Choi Sooyoung.

“ssst, Suho-ah kau tahu kan kalau dia marah seperti apa?!” Chanyeol berbisik perlahan.

“Aish, serahkan saja padaku, be calm” seru Suho dengan suara jengkelnya. Ya ! Permen karet itu sekarang sudah menempel rekat di surai Sooyoung yang lembut.

“KIM JOONMYUN! PARK CHANYEOL! APA YANG KALIAN LAKUKAN?!”

Suara bagaikan aliran listrik 8000 volt itu menyambar pada Suho dan Chanyeol. Keduanya bagaikan mematung saat Ahn sonsaengnim mendekati mereka dengan ganas(?).

“A-aniya sonsaengnim , sa-saya-saya…”

“Ah, sudahlah jangan tergagap begitu. Saya tahu apa yang kalian lakukan. KALIAN MENEMPELKAN PERMEN DI RAMBUT NONA CHOI!” bentak Ahn Sonsaengnim. Sooyoung yang mendengarnya langsung panic dan meraba rambut lurusnya. Oh, Gosh ! Rambut itu sangat indah baginya, apalagi warnanya kecokelatan dan sangat lembut. GRRRR ! pikir Sooyoung dengan nanar. Ia mendelik pada kedua biang onar di belakangnya.

Semua anak memandangi Chanyeol dan Suho.

“MINTA MAAF PADA NONA CHOI ! SE-KA-RANG!”

Suho maupun Chanyeol hanya bisa berbisik “eugh… eugh- mi-mian-mianhae Soo-Sooyoung!” ucap mereka terbata-bata.

“sekarang, hukumannya kau harus berdiri didepan kelas.”

“Hanya Suho saja, kan? Dia yang melakukannya, saem” ketus Chanyeol menunjuk Suho.

“Lho? Kan kau juga ikutan!?” Suho mendadak sengit.

“Ya, ya kalian berdua lah!” seru Ahn sonsaengnim.

Suho dan Chanyeol saling melirik.

“CEPAT! PPALLI , SAYA TIDAK SUKA ORANG YANG LAMBAN! ISTILAHNYA L-E-M-O-T!” teriak Ahn sonsaengnim membuat tawa murid sekitarnya meledak.

“Wah, wah kalian menertawakan saya?” Ahn sonsaengnim mendelik. “Kalian harus diberi ekstra tugas satu minggu ini! YA!”

Hyoyeon melirik pada Sunny, uft, manakah yang lebih penting , saling menginap atau tugas sekolah, padahal kan … seminggu adalah liburan yang tepat untuk outbound !!!

Ahn sonsaengnim akhirnya keluar. “hfft…aku tidak tahan mendengar ocehannya, tahu!” seru Kyuhyun si evil kepada deskmate-nya, Sera. Semua anak menggerutu begitu juga Taeyeon, Sunny, Baekhyun, Hyoyeon, Tiffany (sudah sembuh), Chanyeol, Suho, Kyungsoo, Chen, Bom, Chaerin, Dasom, dan lain-lainnya.

 

~

 

“Hey Sohee, ada apa?” seru Hara sonsaengnim pada rekannya yang sedang mendelik tak keruan(?) kearahnya.

“grrrr! Anak-anak kelas IX-A memang keterlaluan! ARGH!” seru Ahn sonsaengnim yang disambut oleh perkataan Kang sonsaengnim “bersabar sajalah Sohee-ssi , aku juga tidak tahan oleh kelas ribut itu, hampir setiap hari mereka membuat onar !” seru Kang sonsaengnim.

“Ya, aku setuju dengan Soyu” seru Hara sonsaengnim sambil melirik ke arah Kang sonsaengnim.

 

~

 

Malam itu seluruh murid kelas IX-A berjanjian disebuah perpustakaan didaerah sekolah SM Art School. Karena selama seminggu mereka harus menjalani tugas  IPA , mereka akan menyelasaikannya sekarang juga . Dan mereka semua berniat menginap saja dirumah Yixing, anak kaya raya yang tinggalnya hanya dua bangunan dari sekolah.

“gya, kurasa pulpenku ketinggalan !” seru Taeyeon kesal.

“Wuah, kau mau pakai punyaku saja ?” tawar Baekhyun.

“Aniya, tidak usah ! Trims” jawab Taeyeon halus , Baekhyun agak kecewa mendengarnya. Ia sangat menyukai Kim Taeyeon karena suaranya mirip-mirip (?) gitu deh sama dia #plakkk *abaikan.

“Jiah , buku apa ini aneh sekali!” seru gadis cantik dikelas mereka bernama Yoona.

Semua mengelilingi yoona, buku itu sangat terang benderang dan menyilaukan.

“Astagaaa , aku takuuut” seru Tiffany sambil memeluk Taeyeon erat-erat. “aigo Tiffany-ssi , tidak apa-apa kok” seru Taeyeon.

Sunny dan Hyoyeon sangat ketakutan. “huft, kurasa itu buku ajaib” jeplak Namjoo ngarang.

“Namjoo-ah ! Gimana sih kau ini , itu ‘kan Cuma buku biasa!” Chen menjitak kepala Namjoo dengan gemas.

“Jongdae-ah bisakah kau bersikap sopan sedikit saja ?” tanya suara dingin yang dikenali sebagai Sunny. Chen hanya mendelik kasar. Lalu perhatiannya teralih ke Yoona lagi.

“B-buku…buku itu… akan melahap kitaa!” seru Sunny.

“Tidak akan Sunny-ya” seru Xiumin menenangkan.

Sunny hanya mengangguk singkat pada Xiumin si Baozi, lalu buku itu melebar dan membentuk sebuah cahaya lingkaran.

“GYAAA!” seru mereka semua karena tersedot kedalam buku nan ajaib itu.

“ Aish, ternyata Namjoo benar. Buku ini keramat” Hyoyeon bergidik.

“Aish, hyoyeon-a kau terlalu kekanakkan! Pasti aku sedang bermimpi” Seohyun menjitak kepala Hyoyeon.

“ish, dasar tidak sopan” ketus Hyoyeon.

 

GUBRAAAAAAKKK !

“whoa!” teriak semua murid. Yakkk, mereka ada disebuah ladang yang amat luas berisi gandum dan ilalang, juga rawa *jadi keinget tempat Suho di MV What Is Love* *abaikan* lalu semua bergidik ngeri karena seorang tinggi besar mulai mendekati mereka. Aneh nya, wanita yang mendekati mereka memakai hanbok dan sepatu kayu, juga tatanan rambut yang rumit dan kipas besar. Astaga, siapa inii , mengapa ia terlalu formal , seru Sunny dalam hatinya.

“Eum , ahjumma apa anda bisa membantu kami ?” seru Chen.

“Aigo , kalian siapa? Dan sungguh anak-anak muda tidak sopan, kalian masa memakai jeans dan kaos ? SANGAT TIDAK SOPAN!” bentak Ahjumma itu dengan ganas(?).

“kk-kenapa t-tidak sop-pan?” tanya Suho tergagap.

“huft, kalian ini dari mana sih ? Kalian bahkan tidak memakai hanbok!” seru ahjumma itu marah.

“Kami dari Seoul “ jelas Taeyeon.

“Oh, ya ini juga di Seoul , sayangku” ucap ahjumma itu tidak sabar.

“Ahjumma, masa tahun 2013 suasananya seperti ini ?” desak Chanyeol membuat wajah ahjumma itu merah padam.

“2013 !!!??? Ini tahun 1897 , bodoh!” seru ahjumma itu.

Hening sejenak.

.

.

.


TBC

 

Mian gaje beudh -_- next chap tungguin yaa!

[Freelance] IX-A’s STORY

Image

[FREELANCE] IX-A’s STORY

Title: IX-A’s Story

Length : Multichapter

Author : Kwon Yuyoung~

Rating : PG-11

Genre : School life, Friendship, Fantasy, Fluff

Cast : Lee Sunny (SNSD), Kim Hyoyeon (SNSD), Stephanie Hwang (SNSD), Kim Jongdae (EXO-M), Kim Jongin (EXO-K)

Other cast : *look by yourself*

A/Note : publish ff baru. Semoga sukaaa ^o^ enjoy it nde … 😀

.

.

.

.

Author’s Pov

 

Di SM Art School, sekolah yang penuh kenyamanan dan kesenangan hati. Tidak dengan kelas IX-A, kelas itu selalu ribut dan membuat kerusuhan , namun dengan anehnya seluruh siswa siswi di kelas itu sangat cerdas dan bahkan beberapa genius . Sungguh aneh, memang.

 

~

 

Pagi itu, seorang gadis dengan rambut cokelat panjang dan memakai sweater kotak-kotak berjalan di lorong sekolah yang sepi. Ia mengimpit satu map di tangan kirinya dan sebuah tas selempang di kanannya.

“Sunkyu-aaa!”

Seseorang menubruknya dari belakang.

“kau membuatku kaget, Hyoyeonnie” seru sunkyu pendek.

“aish, Sunkyu manis sekali jika cemberut seperti itu” goda Hyoyeon sambil mengajak Sunkyu masuk ke kelas mereka, kelas IX-A.

“uhm , jangan panggil aku sunkyu, please. Kau sudah tau, ‘kan.  Aku membenci nama itu !” kata Sunkyu.

“Euhm, baik sunshine! Sekarang kita ke lapangan, yuk ?” tanya Sunkyu.

Mereka pun beralih ke lapangan yang dipenuhi banyak siswi, mereka adalah tim basket putri.

“hey Sunny-ah ! Hyoyeon-ah!” panggil seorang gadis yang mereka kenal, Choi Sooyoung yang merupakan gadis terbandel di kelas IX-A namun gadis paling tinggi dan mengasyikkan.

“hi” seru keduanya.

“Kalian , tidak masuk kelas?” tanya sunbae mereka, Nicole.

“ani, Sunbaenim, bellnya masih lama” jawab Sunny.

“gyaaa! Kembalikan novelku!” samar-samar terdengar suara teriakan.

“ah, pasti itu Park Chanyeol dan Kim Jongdae sunbae yang sedang bertengkar” komentar hoobae mereka yang bertubuh tinggi, Sulli.

“channie dan chen memang tidak pernah akur rupanya” kata Hyoyeon.

Sunny hanya mengangguk. Lalu, sooyoung mendekati mereka. “gyaa, kau jangan membeberkan rahasia yaa” seru Sooyoung sambil mengedip. Sunny dan Hyoyeon tau artinya.

“kya! Park Chanyeol kembalikan sekaraaang !” namja yang diketahui bernama Chen itu berteriak-teriak dan mengejar seorang namja tinggi yang berambut ikal itu.

“Kejar kalau bisa ! lagian, kau culun sekali! Masa membaca novel ? Komik, dong !” balas namja yang memiliki gelar happy virus di kelas IX-A.

“Park Chanyeol-“

“iya, iya deh aku balikin” Chanyeol mendadak menjadi baik dan memberikan novel itu kepada sang empunya, yang mendelik dengan kesal.

“hmm, ada apa dengan Chanyeol kita ini ? mengapa ia menjadi baik, ya ? Karena melihat siapa ?” Sunny mendadak menjadi meledek seseorang. Hyoyeon menyundul-nyundul(?) Bahu Sooyoung yang wajahnya memerah. Hm, ada apa yaa ?

“sudah ! ja-jangan meledekku” teriak Sooyoung ketus sambil berdiri dan berlari ke kelas. Jelas dia malu.

Sementara itu , Hyoyeon hanya cekikikan bersama Sunny.

“tunggu, itu Steph kan ?” Sunny berdiri dan merapikan roknya, lalu menghampiri seorang gadis yang baru masuk kelas, rambut cokelat kemerahannya dikepang dua. Cantik dan manis sekali gadis itu. 

“tiff, sudah datang !?” Hyoyeon menghambur Tiffany.

“Um, ne. Sudah, memang ada apa ?” tanya Tiffany.

“kau sudah tahu ada lomba membuat komik ?” tanya Hyoyeon bersemangat.

Tiffany terbelalak. “hah ?! Mwoyaa , oh Gosh, kau tahu dari mana ? Aku akan setia membuat komik itu” tegasnya sambil tersenyum cerah , ya Tiffany memang pencinta komik, saking senangnya ia bermimpi menjadi komikus terkenal. *malah jadi artis* *abaikan.

“Dari mading, Steph” jawab Sunny sambil menunjuk mading kecokelatan di depan kelas mereka yang mulai ramai. Sunny memang terbiasa memanggil tiffany ‘Steph’ karena nama asli tiffany adalah Stephanie Hwang.

Tiffany hanya berlari kecil ke mading itu. “yak, aku akan mendaftar kepada Hara sonsaengnim” tekadnya.

“yaa, begitulah semangatmu Tiff, ternyata tidak pernah pudar soal komik” canda Hyoyeon.

Tiffany hanya mengangguk cerah. Pantas saja guru-guru suka padanya karena ia begitu periang. Tidak seperti Seohyun yang sedikit-sedikit ngambek atau Narsha yang pemarah.

KRING ! KRING…

“bel sudah berbunyi, kajja nanti Rae sonsaengnim keburu masuk !” kata Sunny sambil menarik tangan kedua sahabatnya.

 

~

 

“uuughhh, aku benci hari Senin ! Selalu saja banyak tugas!” Hyoyeon mengertakkan giginya.

“hmm, biar tidak badmood, kita makan ice cream saja, yuk ! Kajja” ajak Tiffany kepada kedua sahabatnya .

“Hmm, kau tahu tempat memakan ice cream yang enak dan murah ?” tanya Sunny.

“Tentu saja, di rumahku sendiri , ya kan aku menjual ice cream yang segar .” kata Tiffany.

“ kajja, kita ke sana ! Aku sudah tidak sabar.” , ajak Hyoyeon yang merasa sangat kepanasan.

Tiba-tiba …

BRUKKK ~ !

Tas tiffany, hyoyeon Sunny tiba-tiba jatuh dengan bunyi gedebuk, sepertinya tertubruk beberapa namja yang berlari-lari kencang , ya mereka adalah siswa kelas IX-A.

“huh ! Kalian ini yaa !” Hyoyeon melotot sebal. Semua isi tasnya berserakan kemana-mana.

“mau kubantu ? Mianhae” seru namja yang menabrak mereka. Terlihat itu adalah Yixing, Kai, Chanyeol, Kris, Kyungsoo, dan Baekhyun, juga Chen. Huft, mereka memang terkenal sangat heboh dan menyebalkan.

“Tidak usah, trims !” Hyoyeon berdecak kesal lalu mulai membereskan semua barangnya.

“ck, mau dibantu saja marah, ckckck” kata Kai kesal.

“bukan urusanmu!” Hyoyeon langsung menyandang tasnya pergi bersama Tiffany dan Sunny.

 

~

 

“Wuah , toko ice creammu sangat keren ! Aku boleh memesan secepatnya? Udara sangat panas nih Steph” keluh Sunny bersemangat.

“arraseo, Miss Jung ?” panggil Tiffany dengan sopan.

“Nde Nona?” tanya Miss Jung yang berambut hitam sepunggung.

“kau bisa ambilkan tiga ice cream untuk kami ? Kami kepanasan-“ pinta Tiffany halus.

“Um, jangan panggil saya Miss Jung, Nona. Terlalu sopan. Krystal saja” kata gadis manis itu.

“mengapa tidak ? Sopan itu perlu” ucap Tiffany dengan lembut. Aish, dia itu sangat sempurna bukan ? Perfect girl. But, nobody perfect in the world *Inggris author kacau ne J *

“Baiklah, nona mau pesan apa?”

Hyoyeon tampak berfikir sejenak. “umm, aku mau mocacchino ice cream with oreo” kata Hyoyeon sambil menepuk-nepuk bibirnya tanda berfikir.

Sunny’s Pov

 

Aku merengut ragu. “eumhh, sepertinyaa… aku mau ice choco creamo” kataku sambil menunjuknya.

“nde, silakan ditunggu. Nona Stephanie mau pesan apa?”

Tiffany tertawa. “panggil saja aku Tiffany,” ucapnya ramah.

“uh, oh baiklah Ti-Tiffany mau pesan apa ?” tanya gadis bernama Krystal itu.

“Fruit passion ice cream” jawab Tiffany.

“Ya, silakan ditunggu Nona , ups Tiffany maksudnya” Krystal tertawa kecil.

 

~

 

Aku pun pulang kerumah setelah memakan ice creamku, rasanya sungguh enak ! apalagi Tiffany berkata kita tak usah membayar, kita ini sahabatnya sih , tetap saja aku merasa tidak enak …

“Sunkyu-ah” panggil seseorang.

“ne eomma?” jawabku.

“Kau , tolong eomma ya” kata eomma.

“Arrachi , bantu apa ya ?”

“pergilah ke rumah Nyonya Kim dan meminta pesanan satu kotak kue bolu dan satu kotak kastengel. Teman eomma akan datang sore ini” keluh eomma.

“Otte !” aku pun mengganti bajuku dengan cepat, tentunya. Dress selutut dan celana pendek . Aku pun menalikan sepatu ketsku dan segera mengambil sepeda beserta uang yang dititipkan eomma. “paii paii eomma” ucapku dengan aegyo.

“ah, kau ini. sudah ya, hati-hati Sunny” kata eomma.

 

~

 

Ah , rumah Nyonya Kim, yang mana ya? Sekian banyak rumah disini sangat membuatku bingung, karena designnya sama-sama semua . ish…

“kau, mencari siapa sih?” tanya seseorang dibelakangku. Oh, itu Jongdae teman sekelas ku. “ tunggu ! Jongdae-ah kau kenapa ada disini ?”

“Hei, ini kompleks rumah ku, babo” desisnya sambil menjitak kepalaku. Auw, sakit !

“hey, appo ! Kau tau rumah Nyonya Kim?” tanyaku.

“Kim yang mana? Ada tiga bahkan” kata Jongdae sambil bersandar malas di batang pohon.

“eumh, di tulisannya sih Kim Sungyeon” kataku.

“oh, itu eommaku. Sudah, kau mau apa ?” tanya Jongdae.

“wah, kebetulan sekali ! Eomma memesan sesuatu dari eommamu . Dua kotak bolu dan dua kotak kastengel, ini uangnya. Dan harus sudah jadi sekarang” desakku.

“ne, nde ! Sudah, aku beritahu eomma dulu ya” Jongdae yang akrab dipanggil Chen itu masuk ke dalam rumahnya yang ternyata ada di sebelah kananku.

Aku pun melihat-lihat keadaan disini, cukup elite juga sih… hmm…

“ eh, ini pesananmu. Dan kembaliannya” Chen tiba-tiba kembali ke tempatku.

“oh, iya iya , gomawo! Paii paii” seruku dengan aksen seperti biasanya dan menaiki sepedaku.

 

~

 

SM Art School , aku memarkir sepeda ku di tempat pemarkiran sepeda, aku pun langsung mendapat ‘sambutan’ dari teman-teman sekelas ku, yah semacam Alice , Yuri, Narsha, Lizzy, dan Victoria. Mereka memandangku mengejek.

“Halo , Sunny tersayang sudah datang rupanya” ejek Narsha mengetuai mereka semua.

“Memang kenapa ?” gertakku sambil terus berjalan tak peduli.

“hmm, kasian sekali ya, ke sekolah saja naik sepeda” olok Yuri dengan suara cemprengnya.

“Aish, itu tidak menjadi urusanmu !” cibirku kesal.

“Ckck , rupanya Sunny kita ini gampang marah , ya” tukas Victoria dengan lagak soknya.

Tiba-tiba, sesuatu menyembur ke arahku dan aku mengerjap-ngerjap. Aish , apa ini lengket sekali ! Aku memandang tubuhku  yang tersiram telur. Wuah, menyebalkan ! Keterlaluan sekali, uuuuughhh !

“Huahahahaaa…” tawa semua gank yang menyebalkan itu. Lizzy menimpali “ huft, itu cocok untuk anak gembel sepertimu. Dan ada bonus, “ Tiba-tiba Lizzy mengguyurku dengan terigu . Aku mulai marah dan mendorong Lizzy ke arah pohon lalu membentaknya . “dengar, ya ! Miskin atau tidak, gembel atau tidak, BUKAN URUSANMU !” Aku membantingnya ke tanah dengan jurus wushu yang diajarkan Paman Tao. *Tao jadi paman? Ckckck!*

“hey, apa yang kaulakukan terhadap asisten leader kami?” Alice angkat bicara. Ia mulai mendekatiku dengan ember besar di tangannya. Aku langsung menendang ember itu , dan ember itu terbalik ke badannya sendiri. Yak , hahaha, rasakan ! Isinya adalah lumpur hijau yang sangat bau. Yah, pasti ia mengambilnya dari lapangan sepak bola!

“AAAA ! Friends, liat badanku !” jeritnya begitu panic. Semua temannya mendekatinya dengan panic. “aaa duh, gimana ini ? Aish , nanti kita dicap sebagai gank terjorok di SM Art School” pekik Yuri sambil mengobrak –abrik tasnya, mencari tissue mungkin. Tetapi tissue juga tidak berguna, toh lumpur itu sangat tebal dan sudah menempel di baju seragam Alice. Aku buru-buru pergi dari sana sebelum mereka melemparkan sesuatu lagi kepadaku . Aku menyeka rambutku yang penuh terigu .

“Sunkyu-a, gwaenchana ?”

Sebuah suara yang familiar datang di telingaku. Hmm, itu Chen. Kemana Hyoyeon dan Steph, ya? Mungkin mereka di kelas , huffft…

“Gwaenchana, hanya ini, seragamku ! Apa kau punya seragam cadangan ?” tanyaku putus asa.

“mm, tentu saja punya, tapii… kau tidak akan cocok memakai seragamku” ucap Chen gugup.

Ya, itu tentu saja ! ngapain aku bertanya padanya ? Hanya membuang waktu, aish !

 

~

 

Tiffany’s Pov

 

Aku sedang bercanda dengan sooyoung dan Hyoyeon, tiba-tiba aku liat Chen dan Sunny muncul di pintu kelas. Gyaaa, ada apa dengan badan Sunshine ? dia tampak sangat merana, tubuhnya penuh telur dan tepung.

“Apa kau berulang tahun ?” tanya Sooyoung polos.

“Anni” jawab Sunny pendek dengan nada kesal.

“apa kau diberi kejutan , Pendek?” ejek sebuah suara yang kukenal, tentu saja Chanyeol yang diberi gelar happy virus. Sedangkan Kris, anggota gank Chanyeol yang paling tinggi, hanya mengangkat bahunya dengan dingin . yah, dia dikenal sebagai Ice Prince di sekolah.

“Mwo?! Kau mengataiku PENDEK ?” Sunny mulai menjatuhkan tasnya yang penuh terigu dan mendekati Chanyeol. Chanyeol sebaiknya minta maaf buru-buru karena semua tahu jurus wushu dahsyat dari Sunny *maklum belajar sama Paman Tao wkwkwk* *abaikan.

“mi-mian hamnida ! Aku – aku hanya… refleks… kau kan memang pen… pendek” jawab Chanyeol terbata.

“oh, begitu ya !?” Sunny tertawa sinis. Ia mendekat dan menendang betis Chanyeol. Otomatis wajah Chanyeol menjadi biru bercampur merah *waaah keren oppa :*

“AAAAAWWW APPPOOO!” teriak Chanyeol yang langsung diberi sorakan dari seluruh kelas. Bukan karena senang, tetapi karena gusar. Yah, masa berteriak-teriak di kelas sementara dua menit lagi guru kesenian , Hara sonsaengnim, masuk kedalam kelas.

Sunny duduk di kursinya sambil badmood. Ia hanya mengelap wajah dan rambutnya dengan sekilas lalu duduk menatap ke depan, pemandangan yang membuatnya kalem lagi. Chen. Yaa, namja itu memiliki wajah yang membuat orang merasa kalem. Sayangnya, namja itu badung.

Hara sonsaengnim memasuki kelas. “Annyeonghaseyo Children” serunya bersemangat. “Saem hari ini memiliki pelajaran baru- eh, mana Yuri, Alice, Narsha, Lizzy, dan juga Victoria ?” tanyanya tiba-tiba.

Aku langsung menatap Sunny . “sun, bukannya kau dijaili mereka ?” bisikku dengan nada pelan. Sunny mengangguk muram. “yahh, tapi aku tidak akan mengaku. Itu salah mereka sendiri, ‘kan?” Aku hanya mengangguk.

End Tiffany’s Pov

 

Author’s Pov

 

“Hari ini, saem akan membuat sesuatu dari kardus. Ya, kalian harus membuat sesuatu dari rancangan kardus ! Sunkyu, kau sekelompok dengan Hyoyeon dan Jongdae dan juga Jongin. Stephanie, kau dengan Sooyoung, Yixing dan Yifan. Lalu, Bom, kau dengan Yoona, Sehun dan Luhan. Lalu, Chaerin kau dengan Seungah , Donghyun dan Kibum. Bla bla bla…” Hara sonsaengnim membagi kelompok dengan cepat.

“yak , kau ini bukannya mengerjakan malah asyik membaca komik !” Hyoyeon merebut komik yang dibaca oleh Kai, maksudnya Jongin . yaa, setiap guru disini memanggil dengan nama asli mereka .

Tiba-tiba Hyoyeon menjatuhkan komik itu.

“Wae hyo-ssi ?” tanya Sunny terkejut.

“KAIIII !” Hyoyeon menjitak kepala Kai. “Aish, appooo” teriak Kai.

“huft, kenapa sih ? Ribut banget. Ayo kita bikin kreasi nya” ajak Chen dengan tampang kalem dan menyejukkan *emang :D*

“Kai, kau ini membaca komik yadong? Sangat tidak senonoh !” Hyoyeon melotot pada Kai dan berjalan pada Hara sonsaengnim. “saem, Jongin membaca buku yadong!” teriak Hyoyeon keras.

“Aigo Jongin-ssi , kau harus dilaporkan kepada kepala sekolah !” Hara sonsaengnim terlihat marah.

Kai sendiri juga terlihat marah. “aku akan membencimu , Hyoyeon-ah. Selamanya ! Ugh !”

Sunny dan Chen yang melihatnya hanya mengangkat bahu , lalu membuat kreasi hanya berdua. Hyoyeon? Ia hanya membaca sesuatu di smartphone-nya dan Kai sibuk merengut menopang dagunya. Hufft , tampaknya Hyo dan Kai tidak akan pernah akur lagi selamanya.

 

~

 

“Aish ! Menyebalkan sekali. Kenapa harus seterik ini, sih ? Kenapa tidak hujan saja!” gumam Sunny dengan wajah kesal. Sahabatnya, Tiffany hanya mendecak melihat kelakuan sahabatnya. “ck, hei , kalau hujan beneran, kau bawa payung tidak ?” seloroh Tiffany sambil menepuk pundak Sunny.

“eung… sebenarnya, tidak siihh…” Sunny menggaruk-garuk kepalanya.

Tiba-tiba, DUARRR…

Petir menyambar dengan sangat keras. “Gyaa !”

“Aish, kenyataan ini begitu berat Sun, ternyata perkataan mu benar. Hari akan hujan” seru Tiffany sambil menutupi kepalanya dengan jaket.

“Steph jangan berlindung disitu ! nanti kau tersambar-“

DUARRRRRR !

“aaaaa !” teriak Tiffany sambil terjengkang. Lalu, ia pingsan dengan tangan yang terbakar sedikit.

“ppany, ppany ireona !”seru Chanyeol dan Suho yang kebetulan lewat.

“sudah, biar aku saja yang membawa nya ke UKS” tegas Suho.

“Anniya, biar aku saja sih, Suho-ah” gertak Chanyeol kepada Suho yang tingginya berbeda jauh itu.

Suho terdiam. “otte, baiklah tapi, lain kali aku lah yang harus menyelamatkan nya. Aku kan ketua UKS ! Bagaimana, sih, ck” gerutu Suho.

“hhmm, sorry. Lupa” jawab Chanyeol ringan seraya mengangkat tubuh Tiffany.

Sunny hanya menggigit bibirnya dengan khawatir. “aduuh, apa yang akan terjadi yah ?” ucapnya dengan cemas.

 

TBC

Gimana gaje ? Suka ? Like ahhhh ^O^~

[Requested by Zka^Queen] We Love Camping ! -TEASER-

Image

.-_Perkenalan tokoh_-.

1. Kim Hyoyeon, ia adalah gadis yang cerdik dan suka mengerjai orang lain, namun wajahnya sangat cantik. ia memiliki rambut berwarna cokelat muda dan menyukai baju bergaris-garis. Dia memiliki dua orang sahabat dekat layaknya saudara karena mereka lahir dirumah sakit yang sama.

2. Tiffany Hwang

Ia adalah salah satu dari teman Hyoyeon, panggil saja Tiffany. wajahnya paling cantik diantara ketiga sahabat itu,ia sering dikenal dengan Nona Perfect karena perfeksionis dalam segala hal. walaupun begitu ia tidak sombong dan malah justru ramah dan pemurah,ia adalah yang paling kaya raya diantara ketiga sahabat itu.

3. Kwon Yuri

Ia adalah sahabat Tiffany dan Hyoyeon. ia memiliki postur tubuh tinggi dan rambut cokelat, ia sangat cantik dan memiliki sebuah cafe,namun ia tidak angkuh dan sombong. saat lahir, ia satu ruangan dengan Hyoyeon dan Tiffany. sungguh mengejutkan, ternyata appa-nya meninggal saat ia berumur 5 tahun.

4. Kim Junmyeon (Suho)

Nah, inilah seorang namja yang merupakan kakak dari Hyoyeon. Ya. panggil saja Suho, ia adalah namja menyebalkan tapi perhatian dan tampan. ia juga sering menemani Yuri dan Tiffany. tanpa disangka, ia menyukai salah satu dari gadis-gadis cantik itu…

“Suho, kau harus menjaga ketiga gadis ini okay?”

“tidak mau umma, shireo shireo ! jeongmal shireo,aku harus hang out dengan Chanyeol dan-“

“umma tidak mau mendengar alasan!”

.

.

.

“yey! camping,camping I’m coming”

“aku sudah lama tidak camping, bagaimana denganmu Miss Perfect ?”

“ufft,sudah sekitar dua bulan aku tidak camping~”

.

.

.

Kisah seru apa yang akan terjadi oleh mereka? tunggu chap1 nya setelah High School World selesai…

[Freelance] The Girl in Problem CHAPTER 1

Title: The Girl in Problem

Author: lavender_sica ( @Nadhlrsti )

Length: Multichapter

Rating: PG-11

Genre: Life slide, mystery, romance, family

Main Cast: Jessica Jung (SNSD), Kai (EXO-K), Hyoyeon (SNSD)

Other cast: look by yourself

Author note: cuma chitchat bentar bareng readers. Hope u like it, readers!

.

.

.

AUTHOR’s POVJessica Jung melangkahkan kakinya di sebuah koridor sekolah. Jeoyoung High School, sebuah sekolah high classy yang memang elite. Bahkan bernafas pun mahal di sana. Jessica menenteng tasnya dan menghela nafas, memelintir surai blondenya yang tergerai sempurna di bahunya. Sesekali beberapa orang memperhatikan wajahnya yang seperti Barbie. Ia memang dikenal sebagai salah satu murid tercantik di Jeoyoung HS.

“Pagi, Jessica-ssi” kata seorang gadis dengan ramah. jessica tidak mengacuhkannya karena ia memang tidak terlalu peduli kepada keadaan sekelilingnya.

“Hey, kau jessica jung yah? murid baru itu,” sambar seorang namja dengan wajah coolnya. Dia mendekati Jessica . “annyeong” katanya dengan nada ramah. Jessica hanya mengangguk dingin.

“Kai-ah, apa yang kaulakukan? semua orang tahu dia itu dingin dan tajam” seru seorang namja mendekati Kai, yang sedang berdiri di sebelah meja Jessica.

Sebenarnya, tidak ada yang tahu mengapa Jessica seperti itu. Jessica mendadak kehilangan keramahan hati dan kehangatannya karena seseorang namja kecil yang mengalami tragedi menyeramkan.

Flashback

“Jessica noona! ambil ini!” seorang namja dengan wajah babyface-nya berlari-lari membawa sebuah sisir berwarna pink. seorang gadis kecil berlari dibelakangnya.

“yak sehun-a! Jangan lari dariku!”

“memang Noona dapat mengejarku? tidak, kekeke” namja itu berlari semakin kencang menuju trotoar. dia mulai menyeberang dan tertawa-tawa pada sang empunya sisir, gadis kecil mirip Barbie yang bernama Jessica itu. “noona, ambil kalau bi-“

SEHUN-A, awas…!”

seorang Sehun sekarang tergeletak tak berdaya di tengah jalan, sebuah truk berwarna kuning melaju cepat ke arah berlawanan. Jessica meratapi adik satu-satunya, Sehun, yang selalu menghias hatinya. sekarang tidak ada lagi seorang adik yang mampu menggantikan Sehun.

Flashback end

“Jessica!” panggil seorang gadis. nah, hanya inilah satu-satunya sahabat Jessica di sekolah, namanya Kim Hyoyeon. Dia seorang dancer di sekolah itu. dia mendapat beasiswa dance, sebenarnya ibu dan ayahnya hanyalah pemilik cafe kecil. jessica memandangnya, matanya kosong. “halo, hyoyeon-ah” jawabnya tanpa antusias.

“Jess, aku mau berta-”

“ya, silakan.”

Hyoyeon tersenyum kecil. “ada apa denganmu Jessica-ssi? apa kau… mengingat suatu kenangan yang menyakitkan? wajahmu menyiratkan hal itu…”

Jessica mengangguk. “ne. dan aku juga memikirkan ayahku. Dia sakit keras”

“oh, aigo” seru Hyoyeon kaget. “maaf sica-ah sudah membuatmu sedih,” ucapnya.

“Aniyo,” ucap Jessica sambil tersenyum terpaksa, air mata mengalir ke hidungnya yang mancung.

TBC

😀 gimana? bagus gak? hufttt… tarik napas… ambil lagi… 🙂 tunggu chap selanjutnya.

`lavender_sica`