[Freelance] IX-A’s Story Chapter 3

Image

[FREELANCE] IX-A’s STORY CHAPTER 2

Title: IX-A’s Story

Length : Multichapter

Author : Kwon Yuyoung~

Rating : PG-11

Genre : School life, Friendship, Fantasy, Fluff

Cast : Lee Sunny (SNSD), Kim Hyoyeon (SNSD), Stephanie Hwang (SNSD), Kim Jongdae (EXO-M), Kim Jongin (EXO-K)

Other cast : *look by yourself*

A/Note : Chapter 3 udh ada nih ^^

.

.

.

.

Author’s Pov

 

“HAH? 1897?!” teriak semua kecuali ahjumma itu.

“ ya ampun, kalian telmi sekali rupanya. Ini memang tahun 1897.” jelas ajumma itu dengan tersenyum sejenak.

“ta-tapi …tapi apa hubungannya dengan toko buku?” tanya yoona gelagapan.

“Apa, kau bilang Nak? Toko buku ? Maaf nak , didaerah sini tidak ada toko buku. Sepertinya hanya ada perpustakaan , tetapi 1 mil jauhnya.”

Mereka berpandang-pandangan.

“Hyo, anggap saja semua ini hanya mimpi “ kata Tiffany.

“Woah , kau sangat cantik gadis berambut merah , siapa namamu?” tanya Ahjumma itu.

“T-Tiffany,” jawab Tiffany gemetaran , semua menatapnya dengan bingung.

“Tiff-tiffany? Nama yang sangat langka dan unik , di Seoul sebenarnya tidak ada yang seperti itu namanya. Keren” ungkap ahjumma itu.

“ma-maaf ahjumma , kurasa banyak sekali yang bernama Tiffany di Korea” potong Dasom.

“nak, kalian sangat ketinggalan berita” tegas ahjumma itu lalu mengajak mereka masuk.

 

End Author Pov

 

Chanyeol’s Pov

“aish , dimana sih ini , liat rumahnya kuno sekali. Jadulll(?)” teriak Suho di telingaku.

“woah , kau benar sekali Myunnie , mana ada AC disini. Dan liat lah, Tvnya pun masih tv model lama yang berwarna hitam putih” tunjukku.

End Chanyeol’s Pov (Author Pov)

“Kalian , mau makan apa? Tampaknya kalian lelah” ucap ahjumma itu.

“eum , maaf merepotkan . Kami hanya ingin waffle saja” jawab Chen.

“o’ya nama Ahjumma siapa ya?”

“Namaku ? Kalian bisa memanggilku Gong ahjumma , tapi apa itu waffle? “ tanya Gong ahjumma.

“sialan , dia tidak tahu waffle. Apalagi pancake” bisik Sera kearah Sunny, Hyoyeon dan Tiffany.

“yakk , bagaimana jika ramyun saja?” usul Tiffany setelah hening beberapa saat.

“Bolehlah , eumm …. maaf menunggu lama. O’ya ini anakku , Gong Minji, “ jelas Gong ahjumma sambil memperlihatkan anaknya yang memakai kimono.

‘anak itu, jadul sekali’ bisik Baekhyun kepada Chanyeol. Keduanya meringis sambil menatap potongan jadul gadis berambut pendek itu.

“Baik , kalian boleh istirahat tapii , kalian harus tidur di sana , di kamar tamu. Dan kamar itu cukup sempit .Kalian ada 20 orang? Astaga “ seru Gong ahjumma. “sebenarnya kalian ini darimana?”

“oh, astaga kita tidak bisa menjawabnya . pasti ia sangat kaget dan mengalami serangan jantung , Tiff “ seru Hyoyeon kepada Tiffany.

“eoh , kami dari toko buku “ tiba-tiba seorang gadis bernama Narsha menjawab .

“aissh , gadis itu mengacau suasana!” seru Kyuhyun kesal.

“Toko buku?!” minji dan ibunya bertatap-tatapan dengan aneh.

“eh , maksudnya perpustakaan” interupsi Hyoyeon cepat.

“oh. Lalu mengapa tiba-tiba kalian berada di tengah ladangku ? Apa kalian terjatuh ?” tanya ahjumma.

“aish , kita-kita tersesat tiba-tiba sebuah bus melaju sangat kencang dan menabrak kami hingga terlempar kesini” jawab Chanyeol dengan fiktif yang terdengar di setiap kalimatnya.

“Bus? Kaubilang bus? Aneh sekali , bus hanya ada di negeri Eropa saat ini, sayangku. Di sini hanya ada kereta kuda ! Bus di Eropa juga belum terlalu banyak , jadi apakah kau menghayal?”

JLEB…

“aish , chanyeol-a kau tidak berpikir ! Asal jeplak saja” tukas Baekhyun kesal dengan tangan menopang.

“akkkh , mianhe , tapi aku benar-benar tidak berpikir”

PLAK.

“auw, appo” Chanyeol mengelus kepalanya yang dijitak oleh Tiffany.

“Maksud chanyeol tadi , kami tertabrak kereta kuda” lirih Taeyeon.

“Astaga ! Apakah sebegitu buasnya kuda-kuda itu hingga melempar kalian? Oh, sungguh jahat kuda itu. Kalian tidak apa-apa ‘kan ?” tanya Gong ahjumma sambil terkejut.

“gwaenchana , tenang saja nanti kita bisa pakai handyplast” jawab Hyoyeon berusaha tersenyum ramah.

“Ha-handyplast? Apa itu ? wah, rupanya zaman sudah berkembang ya” ucap ahjumma itu sambil tersenyum.

“Maksudku, perban,” Hyoyeon membenarkan ucapannya.

“aish , kau sama saja dengan Chanyeol” rutuk Chen.

Hyoyeon hanya mencibir , sementara Gong ahjumma pergi ke dapur untuk mengambil sesuatu.

Tiba-tiba Minji berkata. “aku tahu kalian berasal dari mana” katanya sambil tersenyum smirk.

.

.

.

 

TBC ^^

 

Mian gaje , ini chapter tergaje(?) menurutku di epep ini .____.

R+C+L!!!Mian jika kependekan -_-”

Advertisements

[Freelance] IX-A’s STORY

Image

[FREELANCE] IX-A’s STORY

Title: IX-A’s Story

Length : Multichapter

Author : Kwon Yuyoung~

Rating : PG-11

Genre : School life, Friendship, Fantasy, Fluff

Cast : Lee Sunny (SNSD), Kim Hyoyeon (SNSD), Stephanie Hwang (SNSD), Kim Jongdae (EXO-M), Kim Jongin (EXO-K)

Other cast : *look by yourself*

A/Note : publish ff baru. Semoga sukaaa ^o^ enjoy it nde … 😀

.

.

.

.

Author’s Pov

 

Di SM Art School, sekolah yang penuh kenyamanan dan kesenangan hati. Tidak dengan kelas IX-A, kelas itu selalu ribut dan membuat kerusuhan , namun dengan anehnya seluruh siswa siswi di kelas itu sangat cerdas dan bahkan beberapa genius . Sungguh aneh, memang.

 

~

 

Pagi itu, seorang gadis dengan rambut cokelat panjang dan memakai sweater kotak-kotak berjalan di lorong sekolah yang sepi. Ia mengimpit satu map di tangan kirinya dan sebuah tas selempang di kanannya.

“Sunkyu-aaa!”

Seseorang menubruknya dari belakang.

“kau membuatku kaget, Hyoyeonnie” seru sunkyu pendek.

“aish, Sunkyu manis sekali jika cemberut seperti itu” goda Hyoyeon sambil mengajak Sunkyu masuk ke kelas mereka, kelas IX-A.

“uhm , jangan panggil aku sunkyu, please. Kau sudah tau, ‘kan.  Aku membenci nama itu !” kata Sunkyu.

“Euhm, baik sunshine! Sekarang kita ke lapangan, yuk ?” tanya Sunkyu.

Mereka pun beralih ke lapangan yang dipenuhi banyak siswi, mereka adalah tim basket putri.

“hey Sunny-ah ! Hyoyeon-ah!” panggil seorang gadis yang mereka kenal, Choi Sooyoung yang merupakan gadis terbandel di kelas IX-A namun gadis paling tinggi dan mengasyikkan.

“hi” seru keduanya.

“Kalian , tidak masuk kelas?” tanya sunbae mereka, Nicole.

“ani, Sunbaenim, bellnya masih lama” jawab Sunny.

“gyaaa! Kembalikan novelku!” samar-samar terdengar suara teriakan.

“ah, pasti itu Park Chanyeol dan Kim Jongdae sunbae yang sedang bertengkar” komentar hoobae mereka yang bertubuh tinggi, Sulli.

“channie dan chen memang tidak pernah akur rupanya” kata Hyoyeon.

Sunny hanya mengangguk. Lalu, sooyoung mendekati mereka. “gyaa, kau jangan membeberkan rahasia yaa” seru Sooyoung sambil mengedip. Sunny dan Hyoyeon tau artinya.

“kya! Park Chanyeol kembalikan sekaraaang !” namja yang diketahui bernama Chen itu berteriak-teriak dan mengejar seorang namja tinggi yang berambut ikal itu.

“Kejar kalau bisa ! lagian, kau culun sekali! Masa membaca novel ? Komik, dong !” balas namja yang memiliki gelar happy virus di kelas IX-A.

“Park Chanyeol-“

“iya, iya deh aku balikin” Chanyeol mendadak menjadi baik dan memberikan novel itu kepada sang empunya, yang mendelik dengan kesal.

“hmm, ada apa dengan Chanyeol kita ini ? mengapa ia menjadi baik, ya ? Karena melihat siapa ?” Sunny mendadak menjadi meledek seseorang. Hyoyeon menyundul-nyundul(?) Bahu Sooyoung yang wajahnya memerah. Hm, ada apa yaa ?

“sudah ! ja-jangan meledekku” teriak Sooyoung ketus sambil berdiri dan berlari ke kelas. Jelas dia malu.

Sementara itu , Hyoyeon hanya cekikikan bersama Sunny.

“tunggu, itu Steph kan ?” Sunny berdiri dan merapikan roknya, lalu menghampiri seorang gadis yang baru masuk kelas, rambut cokelat kemerahannya dikepang dua. Cantik dan manis sekali gadis itu. 

“tiff, sudah datang !?” Hyoyeon menghambur Tiffany.

“Um, ne. Sudah, memang ada apa ?” tanya Tiffany.

“kau sudah tahu ada lomba membuat komik ?” tanya Hyoyeon bersemangat.

Tiffany terbelalak. “hah ?! Mwoyaa , oh Gosh, kau tahu dari mana ? Aku akan setia membuat komik itu” tegasnya sambil tersenyum cerah , ya Tiffany memang pencinta komik, saking senangnya ia bermimpi menjadi komikus terkenal. *malah jadi artis* *abaikan.

“Dari mading, Steph” jawab Sunny sambil menunjuk mading kecokelatan di depan kelas mereka yang mulai ramai. Sunny memang terbiasa memanggil tiffany ‘Steph’ karena nama asli tiffany adalah Stephanie Hwang.

Tiffany hanya berlari kecil ke mading itu. “yak, aku akan mendaftar kepada Hara sonsaengnim” tekadnya.

“yaa, begitulah semangatmu Tiff, ternyata tidak pernah pudar soal komik” canda Hyoyeon.

Tiffany hanya mengangguk cerah. Pantas saja guru-guru suka padanya karena ia begitu periang. Tidak seperti Seohyun yang sedikit-sedikit ngambek atau Narsha yang pemarah.

KRING ! KRING…

“bel sudah berbunyi, kajja nanti Rae sonsaengnim keburu masuk !” kata Sunny sambil menarik tangan kedua sahabatnya.

 

~

 

“uuughhh, aku benci hari Senin ! Selalu saja banyak tugas!” Hyoyeon mengertakkan giginya.

“hmm, biar tidak badmood, kita makan ice cream saja, yuk ! Kajja” ajak Tiffany kepada kedua sahabatnya .

“Hmm, kau tahu tempat memakan ice cream yang enak dan murah ?” tanya Sunny.

“Tentu saja, di rumahku sendiri , ya kan aku menjual ice cream yang segar .” kata Tiffany.

“ kajja, kita ke sana ! Aku sudah tidak sabar.” , ajak Hyoyeon yang merasa sangat kepanasan.

Tiba-tiba …

BRUKKK ~ !

Tas tiffany, hyoyeon Sunny tiba-tiba jatuh dengan bunyi gedebuk, sepertinya tertubruk beberapa namja yang berlari-lari kencang , ya mereka adalah siswa kelas IX-A.

“huh ! Kalian ini yaa !” Hyoyeon melotot sebal. Semua isi tasnya berserakan kemana-mana.

“mau kubantu ? Mianhae” seru namja yang menabrak mereka. Terlihat itu adalah Yixing, Kai, Chanyeol, Kris, Kyungsoo, dan Baekhyun, juga Chen. Huft, mereka memang terkenal sangat heboh dan menyebalkan.

“Tidak usah, trims !” Hyoyeon berdecak kesal lalu mulai membereskan semua barangnya.

“ck, mau dibantu saja marah, ckckck” kata Kai kesal.

“bukan urusanmu!” Hyoyeon langsung menyandang tasnya pergi bersama Tiffany dan Sunny.

 

~

 

“Wuah , toko ice creammu sangat keren ! Aku boleh memesan secepatnya? Udara sangat panas nih Steph” keluh Sunny bersemangat.

“arraseo, Miss Jung ?” panggil Tiffany dengan sopan.

“Nde Nona?” tanya Miss Jung yang berambut hitam sepunggung.

“kau bisa ambilkan tiga ice cream untuk kami ? Kami kepanasan-“ pinta Tiffany halus.

“Um, jangan panggil saya Miss Jung, Nona. Terlalu sopan. Krystal saja” kata gadis manis itu.

“mengapa tidak ? Sopan itu perlu” ucap Tiffany dengan lembut. Aish, dia itu sangat sempurna bukan ? Perfect girl. But, nobody perfect in the world *Inggris author kacau ne J *

“Baiklah, nona mau pesan apa?”

Hyoyeon tampak berfikir sejenak. “umm, aku mau mocacchino ice cream with oreo” kata Hyoyeon sambil menepuk-nepuk bibirnya tanda berfikir.

Sunny’s Pov

 

Aku merengut ragu. “eumhh, sepertinyaa… aku mau ice choco creamo” kataku sambil menunjuknya.

“nde, silakan ditunggu. Nona Stephanie mau pesan apa?”

Tiffany tertawa. “panggil saja aku Tiffany,” ucapnya ramah.

“uh, oh baiklah Ti-Tiffany mau pesan apa ?” tanya gadis bernama Krystal itu.

“Fruit passion ice cream” jawab Tiffany.

“Ya, silakan ditunggu Nona , ups Tiffany maksudnya” Krystal tertawa kecil.

 

~

 

Aku pun pulang kerumah setelah memakan ice creamku, rasanya sungguh enak ! apalagi Tiffany berkata kita tak usah membayar, kita ini sahabatnya sih , tetap saja aku merasa tidak enak …

“Sunkyu-ah” panggil seseorang.

“ne eomma?” jawabku.

“Kau , tolong eomma ya” kata eomma.

“Arrachi , bantu apa ya ?”

“pergilah ke rumah Nyonya Kim dan meminta pesanan satu kotak kue bolu dan satu kotak kastengel. Teman eomma akan datang sore ini” keluh eomma.

“Otte !” aku pun mengganti bajuku dengan cepat, tentunya. Dress selutut dan celana pendek . Aku pun menalikan sepatu ketsku dan segera mengambil sepeda beserta uang yang dititipkan eomma. “paii paii eomma” ucapku dengan aegyo.

“ah, kau ini. sudah ya, hati-hati Sunny” kata eomma.

 

~

 

Ah , rumah Nyonya Kim, yang mana ya? Sekian banyak rumah disini sangat membuatku bingung, karena designnya sama-sama semua . ish…

“kau, mencari siapa sih?” tanya seseorang dibelakangku. Oh, itu Jongdae teman sekelas ku. “ tunggu ! Jongdae-ah kau kenapa ada disini ?”

“Hei, ini kompleks rumah ku, babo” desisnya sambil menjitak kepalaku. Auw, sakit !

“hey, appo ! Kau tau rumah Nyonya Kim?” tanyaku.

“Kim yang mana? Ada tiga bahkan” kata Jongdae sambil bersandar malas di batang pohon.

“eumh, di tulisannya sih Kim Sungyeon” kataku.

“oh, itu eommaku. Sudah, kau mau apa ?” tanya Jongdae.

“wah, kebetulan sekali ! Eomma memesan sesuatu dari eommamu . Dua kotak bolu dan dua kotak kastengel, ini uangnya. Dan harus sudah jadi sekarang” desakku.

“ne, nde ! Sudah, aku beritahu eomma dulu ya” Jongdae yang akrab dipanggil Chen itu masuk ke dalam rumahnya yang ternyata ada di sebelah kananku.

Aku pun melihat-lihat keadaan disini, cukup elite juga sih… hmm…

“ eh, ini pesananmu. Dan kembaliannya” Chen tiba-tiba kembali ke tempatku.

“oh, iya iya , gomawo! Paii paii” seruku dengan aksen seperti biasanya dan menaiki sepedaku.

 

~

 

SM Art School , aku memarkir sepeda ku di tempat pemarkiran sepeda, aku pun langsung mendapat ‘sambutan’ dari teman-teman sekelas ku, yah semacam Alice , Yuri, Narsha, Lizzy, dan Victoria. Mereka memandangku mengejek.

“Halo , Sunny tersayang sudah datang rupanya” ejek Narsha mengetuai mereka semua.

“Memang kenapa ?” gertakku sambil terus berjalan tak peduli.

“hmm, kasian sekali ya, ke sekolah saja naik sepeda” olok Yuri dengan suara cemprengnya.

“Aish, itu tidak menjadi urusanmu !” cibirku kesal.

“Ckck , rupanya Sunny kita ini gampang marah , ya” tukas Victoria dengan lagak soknya.

Tiba-tiba, sesuatu menyembur ke arahku dan aku mengerjap-ngerjap. Aish , apa ini lengket sekali ! Aku memandang tubuhku  yang tersiram telur. Wuah, menyebalkan ! Keterlaluan sekali, uuuuughhh !

“Huahahahaaa…” tawa semua gank yang menyebalkan itu. Lizzy menimpali “ huft, itu cocok untuk anak gembel sepertimu. Dan ada bonus, “ Tiba-tiba Lizzy mengguyurku dengan terigu . Aku mulai marah dan mendorong Lizzy ke arah pohon lalu membentaknya . “dengar, ya ! Miskin atau tidak, gembel atau tidak, BUKAN URUSANMU !” Aku membantingnya ke tanah dengan jurus wushu yang diajarkan Paman Tao. *Tao jadi paman? Ckckck!*

“hey, apa yang kaulakukan terhadap asisten leader kami?” Alice angkat bicara. Ia mulai mendekatiku dengan ember besar di tangannya. Aku langsung menendang ember itu , dan ember itu terbalik ke badannya sendiri. Yak , hahaha, rasakan ! Isinya adalah lumpur hijau yang sangat bau. Yah, pasti ia mengambilnya dari lapangan sepak bola!

“AAAA ! Friends, liat badanku !” jeritnya begitu panic. Semua temannya mendekatinya dengan panic. “aaa duh, gimana ini ? Aish , nanti kita dicap sebagai gank terjorok di SM Art School” pekik Yuri sambil mengobrak –abrik tasnya, mencari tissue mungkin. Tetapi tissue juga tidak berguna, toh lumpur itu sangat tebal dan sudah menempel di baju seragam Alice. Aku buru-buru pergi dari sana sebelum mereka melemparkan sesuatu lagi kepadaku . Aku menyeka rambutku yang penuh terigu .

“Sunkyu-a, gwaenchana ?”

Sebuah suara yang familiar datang di telingaku. Hmm, itu Chen. Kemana Hyoyeon dan Steph, ya? Mungkin mereka di kelas , huffft…

“Gwaenchana, hanya ini, seragamku ! Apa kau punya seragam cadangan ?” tanyaku putus asa.

“mm, tentu saja punya, tapii… kau tidak akan cocok memakai seragamku” ucap Chen gugup.

Ya, itu tentu saja ! ngapain aku bertanya padanya ? Hanya membuang waktu, aish !

 

~

 

Tiffany’s Pov

 

Aku sedang bercanda dengan sooyoung dan Hyoyeon, tiba-tiba aku liat Chen dan Sunny muncul di pintu kelas. Gyaaa, ada apa dengan badan Sunshine ? dia tampak sangat merana, tubuhnya penuh telur dan tepung.

“Apa kau berulang tahun ?” tanya Sooyoung polos.

“Anni” jawab Sunny pendek dengan nada kesal.

“apa kau diberi kejutan , Pendek?” ejek sebuah suara yang kukenal, tentu saja Chanyeol yang diberi gelar happy virus. Sedangkan Kris, anggota gank Chanyeol yang paling tinggi, hanya mengangkat bahunya dengan dingin . yah, dia dikenal sebagai Ice Prince di sekolah.

“Mwo?! Kau mengataiku PENDEK ?” Sunny mulai menjatuhkan tasnya yang penuh terigu dan mendekati Chanyeol. Chanyeol sebaiknya minta maaf buru-buru karena semua tahu jurus wushu dahsyat dari Sunny *maklum belajar sama Paman Tao wkwkwk* *abaikan.

“mi-mian hamnida ! Aku – aku hanya… refleks… kau kan memang pen… pendek” jawab Chanyeol terbata.

“oh, begitu ya !?” Sunny tertawa sinis. Ia mendekat dan menendang betis Chanyeol. Otomatis wajah Chanyeol menjadi biru bercampur merah *waaah keren oppa :*

“AAAAAWWW APPPOOO!” teriak Chanyeol yang langsung diberi sorakan dari seluruh kelas. Bukan karena senang, tetapi karena gusar. Yah, masa berteriak-teriak di kelas sementara dua menit lagi guru kesenian , Hara sonsaengnim, masuk kedalam kelas.

Sunny duduk di kursinya sambil badmood. Ia hanya mengelap wajah dan rambutnya dengan sekilas lalu duduk menatap ke depan, pemandangan yang membuatnya kalem lagi. Chen. Yaa, namja itu memiliki wajah yang membuat orang merasa kalem. Sayangnya, namja itu badung.

Hara sonsaengnim memasuki kelas. “Annyeonghaseyo Children” serunya bersemangat. “Saem hari ini memiliki pelajaran baru- eh, mana Yuri, Alice, Narsha, Lizzy, dan juga Victoria ?” tanyanya tiba-tiba.

Aku langsung menatap Sunny . “sun, bukannya kau dijaili mereka ?” bisikku dengan nada pelan. Sunny mengangguk muram. “yahh, tapi aku tidak akan mengaku. Itu salah mereka sendiri, ‘kan?” Aku hanya mengangguk.

End Tiffany’s Pov

 

Author’s Pov

 

“Hari ini, saem akan membuat sesuatu dari kardus. Ya, kalian harus membuat sesuatu dari rancangan kardus ! Sunkyu, kau sekelompok dengan Hyoyeon dan Jongdae dan juga Jongin. Stephanie, kau dengan Sooyoung, Yixing dan Yifan. Lalu, Bom, kau dengan Yoona, Sehun dan Luhan. Lalu, Chaerin kau dengan Seungah , Donghyun dan Kibum. Bla bla bla…” Hara sonsaengnim membagi kelompok dengan cepat.

“yak , kau ini bukannya mengerjakan malah asyik membaca komik !” Hyoyeon merebut komik yang dibaca oleh Kai, maksudnya Jongin . yaa, setiap guru disini memanggil dengan nama asli mereka .

Tiba-tiba Hyoyeon menjatuhkan komik itu.

“Wae hyo-ssi ?” tanya Sunny terkejut.

“KAIIII !” Hyoyeon menjitak kepala Kai. “Aish, appooo” teriak Kai.

“huft, kenapa sih ? Ribut banget. Ayo kita bikin kreasi nya” ajak Chen dengan tampang kalem dan menyejukkan *emang :D*

“Kai, kau ini membaca komik yadong? Sangat tidak senonoh !” Hyoyeon melotot pada Kai dan berjalan pada Hara sonsaengnim. “saem, Jongin membaca buku yadong!” teriak Hyoyeon keras.

“Aigo Jongin-ssi , kau harus dilaporkan kepada kepala sekolah !” Hara sonsaengnim terlihat marah.

Kai sendiri juga terlihat marah. “aku akan membencimu , Hyoyeon-ah. Selamanya ! Ugh !”

Sunny dan Chen yang melihatnya hanya mengangkat bahu , lalu membuat kreasi hanya berdua. Hyoyeon? Ia hanya membaca sesuatu di smartphone-nya dan Kai sibuk merengut menopang dagunya. Hufft , tampaknya Hyo dan Kai tidak akan pernah akur lagi selamanya.

 

~

 

“Aish ! Menyebalkan sekali. Kenapa harus seterik ini, sih ? Kenapa tidak hujan saja!” gumam Sunny dengan wajah kesal. Sahabatnya, Tiffany hanya mendecak melihat kelakuan sahabatnya. “ck, hei , kalau hujan beneran, kau bawa payung tidak ?” seloroh Tiffany sambil menepuk pundak Sunny.

“eung… sebenarnya, tidak siihh…” Sunny menggaruk-garuk kepalanya.

Tiba-tiba, DUARRR…

Petir menyambar dengan sangat keras. “Gyaa !”

“Aish, kenyataan ini begitu berat Sun, ternyata perkataan mu benar. Hari akan hujan” seru Tiffany sambil menutupi kepalanya dengan jaket.

“Steph jangan berlindung disitu ! nanti kau tersambar-“

DUARRRRRR !

“aaaaa !” teriak Tiffany sambil terjengkang. Lalu, ia pingsan dengan tangan yang terbakar sedikit.

“ppany, ppany ireona !”seru Chanyeol dan Suho yang kebetulan lewat.

“sudah, biar aku saja yang membawa nya ke UKS” tegas Suho.

“Anniya, biar aku saja sih, Suho-ah” gertak Chanyeol kepada Suho yang tingginya berbeda jauh itu.

Suho terdiam. “otte, baiklah tapi, lain kali aku lah yang harus menyelamatkan nya. Aku kan ketua UKS ! Bagaimana, sih, ck” gerutu Suho.

“hhmm, sorry. Lupa” jawab Chanyeol ringan seraya mengangkat tubuh Tiffany.

Sunny hanya menggigit bibirnya dengan khawatir. “aduuh, apa yang akan terjadi yah ?” ucapnya dengan cemas.

 

TBC

Gimana gaje ? Suka ? Like ahhhh ^O^~

[Freelance] Something Wrong With That Girl CHAP 1

Image

Title: Something Wrong With That Girl

Length : Multichapter

Author Kwon Yuyoung

Rating : PG-11

Genre : Mystery, Slight, Friendship, Romance 1/2

Cast : Lay, Hyoyeon, Chanyeol, Yuri

Othercast : look by yourself

A/Note: ff baruuuu ^^ ini dijamin sampe finish dehh… 🙂

Enjoy it nde ^^

.

.

.

“Lay-ssi,ayo kita makan siang dulu. sudah sedari tadi kau menekuni segunung dokumen itu,apa enaknya sih ?” gerutu seorang namja tinggi dengan rambut ikal, -Chanyeol-. ialah teman Lay dari kecil, yah, lay sebagai Zhang Yixing yang pandai dan tampan. Lay adalah ilmuwan yang lumayan terkenal. bersama teamnya, Yuri, Chanyeol dan juga Seohyun, mereka harus menyelidiki sesuatu yang benar-benar penting, -pembunuhan.

“Chanyeol-ya! kurasa ini penting. Direktur Joo sudah mempertimbangkannya kepada kita. lagipula Puri Myeowoon sangat dekat dengan Myeongdong ?” seru lay sambil melepas jas penelitiannya dan menghadap Chanyeol. Chanyeol bertubuh sangat tinggi,sehingga Lay hanya sebatas bahunya.

Namun jika disandingkan dengan kejeniusan, lay-lah ketua dari team genius yang menyelidiki pembunuhan Nyonya Xi yang tinggal di Myeongdong tersebut.

“ya,ya Chanyeol-ah aku akan segera makan, okay ? kita ke kafetaria, kajja” seru Lay sambil meraih pundak Chanyeol.

“mana Yuri dan Seohyun ?” tanya Chanyeol.

“molla,bukankah kau seruangan dengan Seo ?” tanya Lay.

“nde,tapi dia sedang berdiskusi dengan Direktur Joo” jawab Chanyeol.

“hffft,sepertinya ia akan keluar negeri lagi” seru Lay sambil mengambil nampan makan siangnya, tampak terlihat itu berisi salad.

“owh,tentu saja ya! mana yuri, eodiseo ?’ tanya Chanyeol.

“ia sedang pergi ke Busan. menjenguk neneknya jadi ia cuti kerja beberapa hari” jawab Lay seraya mengangkat bahunya.

Chanyeol hanya mengangguk-angguk saja.

~

“kita mulai dari mana Yixing-ah ?” seru chanyeol sesampainya mereka ditempat yang dituju – Kastil bernama Kastil Victorian Gates, tampaknya memang pemiliknya sangat kaya raya.

“stop,jangan panggil aku Yixing,aku membencinya!”ketus lay.

“mianhae,aku refleks saja” jawab Chanyeol.

“bagaimana jika kita duduk dulu di halte itu ?”

“kajja” Chanyeol setuju dengan pendapat Lay.

“tunggu, Lay-ah… itu siapa ?”

di halte itu duduklah seorang yeoja,wajahnya tertutup oleh rambut panjang pirangnya dan juga jaket hitamnya. Ia menunduk dan kakinya mengetuk-ngetuk di lantai halte yang dingin. kakinya bertelanjang kaki ! maksudnya ia tidak memakai sepatu. di udara sedingin ini ?

“siapa itu ? kurasa ia sedang frustrasi,bagaimana jika kita kesini lagi saja besok ?”

“hfft, baiklah Chanyeol-ya kurasa idemu paling benar ” lay tersenyum tipis.

Mereka pun kembali ke puri. Lay pun menatap halte bus tua itu dengan penasaran,ada apa sih dengan gadis itu ?

gadis itu pun menengadahkan wajahnya. wajahnya putih, pucat dan memiliki mata yang kosong dan dingin.

Lay bergidik ngeri melihatnya.

TBC !

Suka ? like nee… menurutku gaje and abal…

[ONESHOOT] Just a Pocket

Title: Just a Pocket

Length: Oneshoot

Author: lavender_sica

Rating: All ages

Genre: Friendship, Family (persaudaraan)

Cast: all member SNSD, all member EXO

Other cast: –

Author notes: ini… ff gaje abal-abal T.T semoga suka yee 😀

.

.

.

Sooyoung’s Pov

“Choi Sooyoung, jangan hanya makan,ikut bantu masak dong”

Ucapan unniedeul-ku itu selalu masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri,aish. aku kan tidak bisa memasak ! aku menggerutu. “huhh! aku tidak bisa memasak seperti Taeng” ocehku.

“hey memang aku tidak dengar Sooyoung-a ? kau tidak menyebut unnie” tegas taeyeon dari dapur, aku terkekeh. “iya iyaa, asalkan buatkan aku… ramyun! ” aku cengengesan.

“uh, dasar” rutuk Taeyeon tetapi aku tahu ia akan tetap membikinkan ramyun buatku hehehe…

Beberapa saat kemudian satu mangkuk ramyun sudah tersedia dihadapanku, baunya merangsang selera makanku. yummmm …

“enakkk, pasti ini ditambah tempura kan ?” aku mencicipi satu sendok , hufft enak sekali !

“Tentu saja, itukan kesukaanmu Syoung” jawab Hyoyeon sambil berdiri membagi-bagikan salad ke semua piring member,hehehe, semua member sedang berkumpul didorm sekarang, tidak ada yang ada jadwal.

“ufft,kau baik sekali unniee!” aku tersenyum girang.

“hei kau ada maunya saja ya ?” hyoyeon mencibir, aku mengangguk.

“Soo, tolongin aku dong” kata Jessica.

“wae?”tanyaku.

“belikan aku yoghurt di minimarket… kakiku sedang pegal dan aku lagi diet” kata Jessica.

“hah? okay okay… kembaliannya untukku yah ?” aku ber-aegyo #gagal XD  *abaikan*.

“Yak kau ini, ya sudahlah” kata jessica.

~

“mm, yoghurt lychee nya tiga, ya!” aku memberikan segepok(?) uang dari jessica dan aku menenteng satu kantong plastik.isinya tiga botol yoghurt besar-besar.

“pasti Jessie unn suka deh,ini merek yoghurt favoritnya” aku tersenyum girang.

~

Didorm

“Sica unn, ini yoghurt datang ..” seruku sambil membawa kantong itu ke meja.

“thanks soo-ya, mana kembalian?” tanya jessica galak.

“umm, didompet bentar ya, aku gak jadi jajan deh, aku masih kenyang ramyun!”ocehku.

“yayaya whatever!” seru Jessica.

Aku mengulurkan tangan kekantong jeans untuk meraih dompet. AIGOOOO, dimana dompetku?!!!!!!!! aku segera melotot. “unnie,dompetku hilang!”

~

Sementara itu, seorang namja sedang membeli juice di minimarket didekat dormnya, ia member EXO-K yaitu Chanyeol,huffft… pasti juice ini nikmat sekali jika aku meminumnya sendiri,batinnya. namun terbayang wajah Kris jika ia menghabiskan juice apple itu.

“ish, dompet siapa ini?” chanyeol meraih sebuah dompet peach dilantai minimarket.

“Nona, apa ini punya nona?” tanya chanyeol kepada kasir.

“Tidak Tuan,” jawab kasir.

“oh, ya” jawab Chanyeol. Ia mengantongi dompet itu dijaketnya, siapa tau ketemu yang punya.

~

Aku emosi. frustrasi. didalamnya ada… KTP, SIM, ada kartu minimarket, kartu SMTOWN-ku, kartu SNSD, kartu game master(?) *emang ada?* yang diberikan Yoona, lalu ada juga, banyak dehhh! yang penting uangnya.. T.T

Aku menangis dibalkon ruang tunggu SM ent yang luas, aku lalu duduk di bangku panjang dan mendesah pelan-pelan, tiba-tiba kulihat EXO sedang bersiap untuk latihan dance comebacknya.

“uft,apa mereka melihat dompetku?” aku mengacak surai cokelatku,frustrasi.

Chanyeol,rapper dan shikshin itu, menghampiriku. “hi noona, kok menangis?”
Aku menghapus airmataku. “aniya, hanya.. hanya-” aku menunduk.

“apa dompetmu hilang ?” tanya chanyeol.

AKU SONTAK KAGET ! aku mengangguk. “ne, kau menemukannya?”

“Nih, noona apa ini punya noona?”

Aku melihat dompet peach kesayanganku itu.

“Yaakk itu … dompetku-” aku berteriak frustrasi.

“hehehe, aku menemukannya di lantai minimarket” kata Chanyeol.

“okay, gomawo hobaaaee..” aku memeluk Chanyeol.

“Cheonma noona”

-END-

CERITA YANG GAJE SUER. comment ya kalo emang bener gaje bilang aja ! ._. 😀

 

 

Something Wrong With That Girl -TEASER-

Zhang Yixing, atau biasa disapa – Lay. Dia adalah seorang detektif lulusan Hyanghwa University yang mempelajari keilmuwan dan penelitian.

Lay tinggal bersama kedua rekan kerjanya di sebuah puri kecil bernama Puri Myeowoon, di sebuah daerah di Myeongdong. Kedua rekan kerjanya adalah Yuri, dan Chanyeol.

Sebenarnya rekan kerjanya ada tiga. Tetapi Seohyun pergi ke Amerika, LA untuk menyelidiki sesuatu.

Dan ketika Lay menyelidiki kasus pembunuhan seorang wanita – Nyonya Xi – di daerah Myeondong Timur itu, ia dikejutkan dengan seorang gadis – yang berambut blonde dan selalu memakai tudung hitam kemana-mana. Bahkan gadis itu selalu menatapnya dingin, kelam dan tajam. Bahkan Lay tidak pernah mendengar suara gadis itu.

“Chanyeol-ya, kau tahu siapa dia ?”

“Mollayo. mungkin dia penduduk daerah sini-“

“itu tidak mungkin channie, dia tampaknya tinggal di halte bus tua itu, ngapain dia?”

“yuri-ssi, jangan tanya aku, tanya saja langsung pada orangnya! “

.

.

.

“Permisi, nona? um, apakah anda penduduk Myeongdong ini?”

Si nona hanya menggeleng.

“nona, kumohon jawab-“

“bukan urusanmu.”

.

.

.

“Zhang Yixing, mengapa ini terjadi? Kurasa, hanya tinggal tersisa beberapa hari lagi untuk penyelidikan Nyonya Xi yang dibunuh~”

“Maaf Direktur Joo, saya-“

“Sudah. waktumu hanya tinggal seminggu.”

“Baik, Direktur Joo.”

.

.

.

Siapakah sosok gadis misterius itu? … ada sesuatu yang salah dengannya.

tunggu chap1 nya nde … nunggu yang The girl in problem selesai… 😀