[Freelance] IX-A’s Story Chapter 4

 

Image

 

[FREELANCE] IX-A’s STORY

Title: IX-A’s Story

Length : Multichapter

Author : Kwon Yuyoung~

Rating : PG-11

Genre : School life, Friendship, Fantasy, Fluff

Cast : Lee Sunny (SNSD), Kim Hyoyeon (SNSD), Stephanie Hwang (SNSD), Kim Jongdae (EXO-M), Kim Jongin (EXO-K)

Other cast : *look by yourself*

A/Note : publish ff baru. Semoga sukaaa ^o^ enjoy it nde … 😀

.

.

.

.

Author’s Pov

 

Semua bingung dengan perkataan Minji.

“apa maksudmu?!” sergah Seohyun cepat.

“Tidak usah kaget, anak-anak bodoh. Jeans dan kaos? Pasti kalian dari abad 21, kan” seru Minji jengkel.

“Astaga, dia tahu!” bisik Chanyeol.

“Dasar, memangnya aku tidak tahu apa?” geram Minji.

“Kok kamu bisa tahu kita dari abad 21? Kamu stalker, yaa?!” teriak Chanyeol tiba-tiba.

“dasar pabo, aku ini Minzy! Hey, aku Minzy!”

Semua terpaku. Dia adalah Minzy, sunbae mereka di sekolah.

“Aigoo, jadi-jadi” kata Tiffany tergagap-gagap.

“Ya Stephanie Hwang , aku Minzy tau. Aku juga bosan tinggal disini. Yuk , kajja kita pergi. Gong Ahjumma sudah tidak waras. Aku diharuskan memakai sepatu kayu menyebalkan dan hanbok kaku seperti papan. INI SEMUA GILA!” teriak Minji – eh Minzy tiba-tiba.

“Minzy sunbae, Minzy sunbae mengapa terjebak di tahun 1897?” tanya Hyoyeon.

“Aish, aku hanya membaca buku di perpustakaan jalan Myeongdong. Lalu buku itu bercahaya. Lalu aku masuk kedalam dan dijadikan anak angkat. Pasti semua teman sekelasku bingung dan heran. Aku sudah tidak masuk seminggu …” kata Minzy.

“Aigo, kajja kita pergi! Yoona, mana bukunya?” tanya Sunny.

“sunny-ya, itulah masalahnya, bukunya terjatuh saat kami terlempar. barangkali bukunya sudah hilang di rawa,” jawab Yoona kesal.

“Ish! Makin rumit saja keadaan, masa kita tinggal di abad tanpa internet, video game, atau sedikit saja music pop! Minzy sunbae, ada tape player tidak? Atau radio!” keluh Suho.

“hei hoobae, jangan mengeluh begitu. Kau ini ada-ada saja. Belum ada alat seperti itu. Ada juga piringan hitam berkarat yang isinya membosankan” jawab Minzy.

“Mainkan saja!” jawab Suho lelah.

Minzy menyetel dengan cepat. Music pun menjadi klasik. Dalam sekejap beberapa anak tidur.

“Haish, sungguh tidak berguna” Minzy mematikan piringan hitam itu. “yasudah kalian tidur saja dulu disini. Aku akan mencari buku ajaib itu di rawa.”

“Good luck, Minzy sunbae,” seru Kyuhyun.

“Thanks.”

~

“Hoaaaahmmm… pasti tadi aku mimpi. Eommaaa! Mana air hangatnya? Aku nanti telaaat!”

“Hush , shut up your mouth ,Chanyeol-aa!”

PLAK , bunyi jitakan tangan Tiffany ke kepala Chanyeol yang tingginya sangat tidak normal untuk anak SMA.

Chanyeol memadang Tiffany bingung. “Heh nona bawel , ngapain kau dirumahku?”

“Hello? Ini rumah Gong ahjumma, hey wake up!” Tiffany mencubit lengan Chanyeol.

“Haish…” Chanyeol pun terduduk . Semua anak tidur kecuali Chanyeol, Tiffany, Sunny, dan Sera.

“Aku ingin pulaaang,” rintih Sunny.

Tiba-tiba Minzy masuk kedalam.

“Sunbae! Bagaimana, ada tidak bukunya?!” Chanyeol langsung membulatkan matanya.

“Bukunya…

.

.

.

…tidak ada!”

 

TBC

 

Mian gaje, RCL yaaa ^^ 

[Freelance] IX-A’s Story Chapter 3

Image

[FREELANCE] IX-A’s STORY CHAPTER 2

Title: IX-A’s Story

Length : Multichapter

Author : Kwon Yuyoung~

Rating : PG-11

Genre : School life, Friendship, Fantasy, Fluff

Cast : Lee Sunny (SNSD), Kim Hyoyeon (SNSD), Stephanie Hwang (SNSD), Kim Jongdae (EXO-M), Kim Jongin (EXO-K)

Other cast : *look by yourself*

A/Note : Chapter 3 udh ada nih ^^

.

.

.

.

Author’s Pov

 

“HAH? 1897?!” teriak semua kecuali ahjumma itu.

“ ya ampun, kalian telmi sekali rupanya. Ini memang tahun 1897.” jelas ajumma itu dengan tersenyum sejenak.

“ta-tapi …tapi apa hubungannya dengan toko buku?” tanya yoona gelagapan.

“Apa, kau bilang Nak? Toko buku ? Maaf nak , didaerah sini tidak ada toko buku. Sepertinya hanya ada perpustakaan , tetapi 1 mil jauhnya.”

Mereka berpandang-pandangan.

“Hyo, anggap saja semua ini hanya mimpi “ kata Tiffany.

“Woah , kau sangat cantik gadis berambut merah , siapa namamu?” tanya Ahjumma itu.

“T-Tiffany,” jawab Tiffany gemetaran , semua menatapnya dengan bingung.

“Tiff-tiffany? Nama yang sangat langka dan unik , di Seoul sebenarnya tidak ada yang seperti itu namanya. Keren” ungkap ahjumma itu.

“ma-maaf ahjumma , kurasa banyak sekali yang bernama Tiffany di Korea” potong Dasom.

“nak, kalian sangat ketinggalan berita” tegas ahjumma itu lalu mengajak mereka masuk.

 

End Author Pov

 

Chanyeol’s Pov

“aish , dimana sih ini , liat rumahnya kuno sekali. Jadulll(?)” teriak Suho di telingaku.

“woah , kau benar sekali Myunnie , mana ada AC disini. Dan liat lah, Tvnya pun masih tv model lama yang berwarna hitam putih” tunjukku.

End Chanyeol’s Pov (Author Pov)

“Kalian , mau makan apa? Tampaknya kalian lelah” ucap ahjumma itu.

“eum , maaf merepotkan . Kami hanya ingin waffle saja” jawab Chen.

“o’ya nama Ahjumma siapa ya?”

“Namaku ? Kalian bisa memanggilku Gong ahjumma , tapi apa itu waffle? “ tanya Gong ahjumma.

“sialan , dia tidak tahu waffle. Apalagi pancake” bisik Sera kearah Sunny, Hyoyeon dan Tiffany.

“yakk , bagaimana jika ramyun saja?” usul Tiffany setelah hening beberapa saat.

“Bolehlah , eumm …. maaf menunggu lama. O’ya ini anakku , Gong Minji, “ jelas Gong ahjumma sambil memperlihatkan anaknya yang memakai kimono.

‘anak itu, jadul sekali’ bisik Baekhyun kepada Chanyeol. Keduanya meringis sambil menatap potongan jadul gadis berambut pendek itu.

“Baik , kalian boleh istirahat tapii , kalian harus tidur di sana , di kamar tamu. Dan kamar itu cukup sempit .Kalian ada 20 orang? Astaga “ seru Gong ahjumma. “sebenarnya kalian ini darimana?”

“oh, astaga kita tidak bisa menjawabnya . pasti ia sangat kaget dan mengalami serangan jantung , Tiff “ seru Hyoyeon kepada Tiffany.

“eoh , kami dari toko buku “ tiba-tiba seorang gadis bernama Narsha menjawab .

“aissh , gadis itu mengacau suasana!” seru Kyuhyun kesal.

“Toko buku?!” minji dan ibunya bertatap-tatapan dengan aneh.

“eh , maksudnya perpustakaan” interupsi Hyoyeon cepat.

“oh. Lalu mengapa tiba-tiba kalian berada di tengah ladangku ? Apa kalian terjatuh ?” tanya ahjumma.

“aish , kita-kita tersesat tiba-tiba sebuah bus melaju sangat kencang dan menabrak kami hingga terlempar kesini” jawab Chanyeol dengan fiktif yang terdengar di setiap kalimatnya.

“Bus? Kaubilang bus? Aneh sekali , bus hanya ada di negeri Eropa saat ini, sayangku. Di sini hanya ada kereta kuda ! Bus di Eropa juga belum terlalu banyak , jadi apakah kau menghayal?”

JLEB…

“aish , chanyeol-a kau tidak berpikir ! Asal jeplak saja” tukas Baekhyun kesal dengan tangan menopang.

“akkkh , mianhe , tapi aku benar-benar tidak berpikir”

PLAK.

“auw, appo” Chanyeol mengelus kepalanya yang dijitak oleh Tiffany.

“Maksud chanyeol tadi , kami tertabrak kereta kuda” lirih Taeyeon.

“Astaga ! Apakah sebegitu buasnya kuda-kuda itu hingga melempar kalian? Oh, sungguh jahat kuda itu. Kalian tidak apa-apa ‘kan ?” tanya Gong ahjumma sambil terkejut.

“gwaenchana , tenang saja nanti kita bisa pakai handyplast” jawab Hyoyeon berusaha tersenyum ramah.

“Ha-handyplast? Apa itu ? wah, rupanya zaman sudah berkembang ya” ucap ahjumma itu sambil tersenyum.

“Maksudku, perban,” Hyoyeon membenarkan ucapannya.

“aish , kau sama saja dengan Chanyeol” rutuk Chen.

Hyoyeon hanya mencibir , sementara Gong ahjumma pergi ke dapur untuk mengambil sesuatu.

Tiba-tiba Minji berkata. “aku tahu kalian berasal dari mana” katanya sambil tersenyum smirk.

.

.

.

 

TBC ^^

 

Mian gaje , ini chapter tergaje(?) menurutku di epep ini .____.

R+C+L!!!Mian jika kependekan -_-”

[Freelance] IX-A’s Story CHAPTER 2

Image

 

[FREELANCE] IX-A’s STORY CHAPTER 2

Title: IX-A’s Story

Length : Multichapter

Author : Kwon Yuyoung~

Rating : PG-11

Genre : School life, Friendship, Fantasy, Fluff

Cast : Lee Sunny (SNSD), Kim Hyoyeon (SNSD), Stephanie Hwang (SNSD), Kim Jongdae (EXO-M), Kim Jongin (EXO-K)

Other cast : *look by yourself*

A/Note : Chapter 2 ^^

.

.

.

.

Author’s Pov

Sunny pun menyusul Suho dan Chanyeol ke UKS menemui Tiffany.

“steph, ayoo bangun dong. Banguun” kata Sunny sambil menarik-narik baju seragam Tiffany.

“sssh, dia ‘kan belum pulih,” seru Suho mengingatkan.

Sunny hanya mengangguk.

“Chanie, mau kemana?” seru Suho.

“m-mau ke lapangan basket,” jawab Chanyeol sambil melambai sejenak. “paiii” serunya.

“sunkyu-a, Chanyeol saja meniru perbuatanmu. Dia sekarang jadi suka melakukan bbuing-bbuing tau” seru Suho dengan geli.

“aish, dasar plagiator. Sudahlah, aku pulang dulu yaa” Sunny mengambil tas dan jaketnya lalu mengelus tangan Tiffany dengan cepat.

 

~

 

“Sunny-ya, kau mau tidak menginap dirumahku malam ini ?” tanya Hyoyeon sambil memainkan jaketnya.

“emm, gimana ya? Aku tanya eomma dulu saja. Aku sih bisa-bisa saja. Toh, seminggu ini kita libur” jawab Sunny.

“yak, thanks Sunshinee” seru Hyoyeon gembira.

 

~

 

“Eomma, Sunny pulaang~”

“Eh, sunny noona sudah pulang” seru Sungmin, adik kandung Sunny.

“uuu , yaa~! Eomma, aku boleh menginap di rumah Hyoyeon?” tanya Sunny sambil seperti biasa, melakukan aegyo bbuing-bbuing.

“Nde, silakan saja. Asal kan jaga diri baik-baik” seru eomma.

Sunny bersorak  “thanks eommaa! “ dia pun segera pergi ke kamarnya dan mengepak tas besar.

 

To : hyo

From : sunny ^^

Hyo, aku jadi nginep d km, thanks u.u

Akuu ke sana skrg y~~~

Paii 😉

 

Sunny pun segera pergi ke rumah Hyoyeon.

 

~

 

“Sunkyuu-aa!” seru Hyoyeon sambil membuka gerbang rumah megahnya, Hyoyeon memakai celana jeans pendek dan dress putih-pink.

“Sun, mana Tiffany sih? Kok tidak datang-datang juga sudah di SMS” keluh Hyoyeon. Sunny membulatkan mata. “kau tidak tau? Tiffany masuk UKS karena tersambar petir ,” sunny mengangguk-angguk.

“GYAA, apa yang terjadi dengan mushroom?! Gwaenchanayoo?” hyoyeon menjadi panic sendiri, tentu saja Tiffany sudah menjadi sahabatnya sejak kelas 5 SD.

Sunny mengangguk. “dia tidak apa-apa, kok” kata Tiffany.

“hft, baiklah kalau begitu. Ke kamarku yuks, kajja” seru Hyoyeon.

“Oya, ini Hyorin unnie” Hyoyeon menunjuk eonninya yang sangat cantik dan berambut cokelat .

“Hm … orang tua kamu mana, hyo-ssi ?” tanya Sunny gelagapan.

“mereka sedang pergi ke London ,” jawab Hyoyeon.

“oowwhh” jawab Sunny.

 

~

 

Esok nya mereka, bangun agak siang. Sekitar jam 10 pagi. “hoahmmm… kita kunjungin ppany yuk” ajak Hyoyeon.

“Steph? Kajja kajjaa” seru Sunny ceria sembari masuk kekamar mandi Hyoyeon dan mandi.

 

~

 

Hyoyeon’s Pov

 

“Ehh, RS Steph dimana, sih?”tanya Sunny.

“ng, kurasa aku mendengarnya ada di Care Family Hospital, di daerah Myeongdeong itu lho” jawab ku sambil mengingat-ingat.

“oh, arrachi , kajja” seru Sunny sambil mengajakku keluar .

 

~

 

Kubuka pintu rumah sakit Tiffany. aigo, tubuhnya tampak lemas dan tangannya masih ada luka bakar yang besar. Wajahnya pucat.

“Ppany, bangun, ppany ireona! Ini kami” seru Sunny dan aku.

Tiffany terbangun perlahan. “s-sunny? Hyoyeon?”

“Ya, ini kami “ jawabku bersemangat.

“Hmm, bisa antarkan aku ke taman RS ini ? Aku sangat sumpek , nih” seru Tiffany sambil mengeluh.

“Kajja, tapii~ kau harus pakai kursi roda. Tidak apa-apa ‘kan?” tanya Sunny lembut.

“tentu saja, aku hanya ingin menghirup udara segar “ seru Tiffany.

Taman RS itu sangat besar, bahkan luasnya bisa mencapai 1 hektar. Dengan air mancur besar, bunga-bunga,dan bahkan trotoar-trotoar berwarna-warni untuk berjalan- jalan.

“wow, indah sekali RS ini, kau mau kemana Steph ?”tanya Sunny.

“Kemana saja deh” ucap Tiffany.

“Fany –ssi, kajja kita ke air mancur itu !” seru ku.

“Nde, arraseo” jawab Tiffany lemah.

Mengetahui keadaan lemas Tiffany, Sunny langsung berbisik kearahku. “aish, bagaimana ini ? Jika ia pingsan disini ? Aduh, mwoya!?” Sunny langsung berkata lembut kearah Tiffany. “stephie , kajja kita ke kamarmu . Nanti sakitmu kambuh” kata Sunny.

“Aniyaa. Aku ingin disini saja, bagus sekali!” seru Tiffany bersikeras.

“oh, ehm… sebentar ya, Tiff…aku mau kesana dulu” Aku menunjuk toilet.

“ya” jawab Tiffany pendek sambil memerhatikan seekor kupu-kupu.

Aku pun memanggil suster. “sus, itu Tiffany Hwang teman saya, ia sudah lemas tetapi tidak mau ke kamarnya lagi, tolong dibujuk bisa ?”

“Ah ? Ya, tunggu sebentar” jawab suster itu lalu pergi kearah Tiffany.

“Hmm , kita pulang saja sekarang yuk , ppalli “ ajak Sunny kepadaku.

“hmm, nanti Ppany marah, lalu menganggap kami bukan teman sejati –“

“ssh ! Diam sajalah. Kau bilang saja kita pergi sebentar. Nanti suster itu ‘kan menanganinya. Lalu , kita pulang saja. Yuk” Hyoyeon menarik tanganku. Aku langsung berbisik kepada Tiffany.  “Ppany , aku dan Sunny pergi dulu ya, nanti kita kembali. “ Ia hanya mengangguk.

End Hyoyeon’s Pov

 

~

Author’s Pov

 

“Yak ! PARK CHANYEOL ! AKU ‘KAN SUDAH MEMBACA KOMIK, kenapa kau rebut lagi sih?!”

Teriakan-teriakan yang tidak asing terdengar dari dalam kelas IX-A. Pastilah itu Chanyeol dan Chen. Sunny tertawa kecil mendengarnya.

KRING, KRING…

“Hyoyeon, kajja masuk kelas”ajak Sunny.

“Iya, iya”

Ternyata guru hari itu adalah guru paling killer disekolah . Dan mood guru itu sedang illfeel. Semua orang disana menjaga kelakuan mereka sepanjang hari.

“Mph… Chanyeol-a, ssh ! Nanti ketahuan –“

Seorang namja nakal sedang mengambil permen karet dari sakunya. Ia hendak menempelkannya pada rambut seorang yeoja yang duduk di depannya saat ini , yeoja itu tampak sedang melamun tidak mendengarkan Ahn sonsaengnim yang terus saja berkicau (?) marah-marah didepan kelas.

“aish, nanti ketahuan. Habis kita kalau ketahuan, Myunnie” bisik Chanyeol kepada orang yang dipanggil Myunnie, siapa lagi kalau bukan si pembuat onar Suho ? Sebenarnya Suho adalah ketua kelas tetapi nakalnya bukan main.

“Ah, biarlah” seru Suho  cuek sambil menempelkan permen itu ke seorang yeoja berambut cokelat dihadapannya, Choi Sooyoung.

“ssst, Suho-ah kau tahu kan kalau dia marah seperti apa?!” Chanyeol berbisik perlahan.

“Aish, serahkan saja padaku, be calm” seru Suho dengan suara jengkelnya. Ya ! Permen karet itu sekarang sudah menempel rekat di surai Sooyoung yang lembut.

“KIM JOONMYUN! PARK CHANYEOL! APA YANG KALIAN LAKUKAN?!”

Suara bagaikan aliran listrik 8000 volt itu menyambar pada Suho dan Chanyeol. Keduanya bagaikan mematung saat Ahn sonsaengnim mendekati mereka dengan ganas(?).

“A-aniya sonsaengnim , sa-saya-saya…”

“Ah, sudahlah jangan tergagap begitu. Saya tahu apa yang kalian lakukan. KALIAN MENEMPELKAN PERMEN DI RAMBUT NONA CHOI!” bentak Ahn Sonsaengnim. Sooyoung yang mendengarnya langsung panic dan meraba rambut lurusnya. Oh, Gosh ! Rambut itu sangat indah baginya, apalagi warnanya kecokelatan dan sangat lembut. GRRRR ! pikir Sooyoung dengan nanar. Ia mendelik pada kedua biang onar di belakangnya.

Semua anak memandangi Chanyeol dan Suho.

“MINTA MAAF PADA NONA CHOI ! SE-KA-RANG!”

Suho maupun Chanyeol hanya bisa berbisik “eugh… eugh- mi-mian-mianhae Soo-Sooyoung!” ucap mereka terbata-bata.

“sekarang, hukumannya kau harus berdiri didepan kelas.”

“Hanya Suho saja, kan? Dia yang melakukannya, saem” ketus Chanyeol menunjuk Suho.

“Lho? Kan kau juga ikutan!?” Suho mendadak sengit.

“Ya, ya kalian berdua lah!” seru Ahn sonsaengnim.

Suho dan Chanyeol saling melirik.

“CEPAT! PPALLI , SAYA TIDAK SUKA ORANG YANG LAMBAN! ISTILAHNYA L-E-M-O-T!” teriak Ahn sonsaengnim membuat tawa murid sekitarnya meledak.

“Wah, wah kalian menertawakan saya?” Ahn sonsaengnim mendelik. “Kalian harus diberi ekstra tugas satu minggu ini! YA!”

Hyoyeon melirik pada Sunny, uft, manakah yang lebih penting , saling menginap atau tugas sekolah, padahal kan … seminggu adalah liburan yang tepat untuk outbound !!!

Ahn sonsaengnim akhirnya keluar. “hfft…aku tidak tahan mendengar ocehannya, tahu!” seru Kyuhyun si evil kepada deskmate-nya, Sera. Semua anak menggerutu begitu juga Taeyeon, Sunny, Baekhyun, Hyoyeon, Tiffany (sudah sembuh), Chanyeol, Suho, Kyungsoo, Chen, Bom, Chaerin, Dasom, dan lain-lainnya.

 

~

 

“Hey Sohee, ada apa?” seru Hara sonsaengnim pada rekannya yang sedang mendelik tak keruan(?) kearahnya.

“grrrr! Anak-anak kelas IX-A memang keterlaluan! ARGH!” seru Ahn sonsaengnim yang disambut oleh perkataan Kang sonsaengnim “bersabar sajalah Sohee-ssi , aku juga tidak tahan oleh kelas ribut itu, hampir setiap hari mereka membuat onar !” seru Kang sonsaengnim.

“Ya, aku setuju dengan Soyu” seru Hara sonsaengnim sambil melirik ke arah Kang sonsaengnim.

 

~

 

Malam itu seluruh murid kelas IX-A berjanjian disebuah perpustakaan didaerah sekolah SM Art School. Karena selama seminggu mereka harus menjalani tugas  IPA , mereka akan menyelasaikannya sekarang juga . Dan mereka semua berniat menginap saja dirumah Yixing, anak kaya raya yang tinggalnya hanya dua bangunan dari sekolah.

“gya, kurasa pulpenku ketinggalan !” seru Taeyeon kesal.

“Wuah, kau mau pakai punyaku saja ?” tawar Baekhyun.

“Aniya, tidak usah ! Trims” jawab Taeyeon halus , Baekhyun agak kecewa mendengarnya. Ia sangat menyukai Kim Taeyeon karena suaranya mirip-mirip (?) gitu deh sama dia #plakkk *abaikan.

“Jiah , buku apa ini aneh sekali!” seru gadis cantik dikelas mereka bernama Yoona.

Semua mengelilingi yoona, buku itu sangat terang benderang dan menyilaukan.

“Astagaaa , aku takuuut” seru Tiffany sambil memeluk Taeyeon erat-erat. “aigo Tiffany-ssi , tidak apa-apa kok” seru Taeyeon.

Sunny dan Hyoyeon sangat ketakutan. “huft, kurasa itu buku ajaib” jeplak Namjoo ngarang.

“Namjoo-ah ! Gimana sih kau ini , itu ‘kan Cuma buku biasa!” Chen menjitak kepala Namjoo dengan gemas.

“Jongdae-ah bisakah kau bersikap sopan sedikit saja ?” tanya suara dingin yang dikenali sebagai Sunny. Chen hanya mendelik kasar. Lalu perhatiannya teralih ke Yoona lagi.

“B-buku…buku itu… akan melahap kitaa!” seru Sunny.

“Tidak akan Sunny-ya” seru Xiumin menenangkan.

Sunny hanya mengangguk singkat pada Xiumin si Baozi, lalu buku itu melebar dan membentuk sebuah cahaya lingkaran.

“GYAAA!” seru mereka semua karena tersedot kedalam buku nan ajaib itu.

“ Aish, ternyata Namjoo benar. Buku ini keramat” Hyoyeon bergidik.

“Aish, hyoyeon-a kau terlalu kekanakkan! Pasti aku sedang bermimpi” Seohyun menjitak kepala Hyoyeon.

“ish, dasar tidak sopan” ketus Hyoyeon.

 

GUBRAAAAAAKKK !

“whoa!” teriak semua murid. Yakkk, mereka ada disebuah ladang yang amat luas berisi gandum dan ilalang, juga rawa *jadi keinget tempat Suho di MV What Is Love* *abaikan* lalu semua bergidik ngeri karena seorang tinggi besar mulai mendekati mereka. Aneh nya, wanita yang mendekati mereka memakai hanbok dan sepatu kayu, juga tatanan rambut yang rumit dan kipas besar. Astaga, siapa inii , mengapa ia terlalu formal , seru Sunny dalam hatinya.

“Eum , ahjumma apa anda bisa membantu kami ?” seru Chen.

“Aigo , kalian siapa? Dan sungguh anak-anak muda tidak sopan, kalian masa memakai jeans dan kaos ? SANGAT TIDAK SOPAN!” bentak Ahjumma itu dengan ganas(?).

“kk-kenapa t-tidak sop-pan?” tanya Suho tergagap.

“huft, kalian ini dari mana sih ? Kalian bahkan tidak memakai hanbok!” seru ahjumma itu marah.

“Kami dari Seoul “ jelas Taeyeon.

“Oh, ya ini juga di Seoul , sayangku” ucap ahjumma itu tidak sabar.

“Ahjumma, masa tahun 2013 suasananya seperti ini ?” desak Chanyeol membuat wajah ahjumma itu merah padam.

“2013 !!!??? Ini tahun 1897 , bodoh!” seru ahjumma itu.

Hening sejenak.

.

.

.


TBC

 

Mian gaje beudh -_- next chap tungguin yaa!