[THREESHOOT] Friendship is Beautiful (2/3)

[THREESHOOT] Friendship is Beautiful!

Title: Friendship is Beautiful!

Author: Kwon Yuyoung

Length: Threeshoot

Rating: All ages ^^

Genre: Friendship | Angst

Cast : All casts is OOC! Sorry, but this fiction is only my imagination.

Disclaimer: 100% Dari otak author. Jika ingin reblog, silakan izin. Dan jika ingin memplagiati, silakan jangan baca di wp ini. Cast cuma minjem.

Author’s note: CHAPTER 2 COMES. Thanks for reading J

Copyright © All Right Reserved

 

®Kwon Yuyoung’s FICTION™

Akan juga dipost di wpku yang satu lagi ^^ coming soon ^^

 

-Friendship is Beautiful-

 

Author’s Pov –Chapter 2-

Istirahat telah tiba. Keempat gadis duduk dengan canggung di kafetaria sekolah. Istilahnya sih, Gyunri Gakue’s Cafetaria.

“Eh, kita pesan apa, nih?”

“Eng… aku takut deh,” cetus Shafira.

“Ila, kenapa takut?” tanya Tania sambil membaca menu dengan saksama.

“Aku takut ada makanan yang mengandung babi,” jelas Shafira.

“Iya , kita juga  takut, ila. Makanya kita pilih makanan lain saja. Eum, aku pesan kimbap saja deh. Yang pakai salmon.” Ega langsung memanggil seorang Ahjumma dengan canggung.

“Yes, Miss?”

“I want to order one salmon kimbap, two spicy ramen and one cheeseburger,” jelas Ega yang paling pintar bahasa Inggris.

“Okay. Arraseo, waiting.” Ahjumma itu pergi ke dapurnya.

Setelah memesan, tiba-tiba…

“Oops, siapa ya yang duduk di sini? Kita sudah memesan,” terdengar suara familiar, ya pasti suara Hara.

“Ng… kita pindah tempat saja, yuk,” ajak Tania canggung.

“Ayo. Aku… tidak nyaman kalau ada mereka,” bisik Olivia dengan gugup.

“Ssstt, Vi. Kalo mereka dengar, kita bisa dikeluarkan dari sekolah. Kan, Hara itu anaknya kepala sekolah.” Ega menempelkan telunjuknya di bibir. Olivia mengerti dan langsung duduk di kursi yang baru.

Tiba-tiba Ahjumma datang membawa pesanan keempat gadis itu. Dengan spontan, Soyeon menjatuhkan mangkuk ramen dan Ah Young menginjak-injak mie-nya. Jadii, kedua gadis yang memesan ramen, Olivia dan Shafira, sangat menderita.

“Aduh , aku lapar,” cetus Shafira sedih.

“Ila, kamu makan berdua aku saja,” tawar Ega.

“Um, gwaen-cha-na?” Shafira bertanya dengan hati-hati, menyempurnakan logat dengan logat Korea.

“Ne. Sudahlah, jangan dipikirkan kelakuan mereka,” Ega menjawab lirih sambil membagi kimbap-nya dengan Shafira. Oya, kalau ingin kenal dengan Shafira, panggilnya ila aja yaa.

oOoOoOo

“Huft, sehabis ini Matematika, ya?” Olivia mengecek jadwal.

“Iya. Kajja,” ajak Tania yang kemampuan bahasa Koreanya baik.

Shafira lalu berkata sejenak. “Eh, Teman-teman, aku ke toilet dulu, ya. Mau benerin kerudung.” Shafira mengucap pelan.

“Oke, Laa. Eh, kita ikut, ya,” pinta Tania.

“Okee,” jawab Shafira. Keempatnya masuk ke toilet perempuan yang ada di dekat sana.

Tiba-tiba saat Shafira melepas kerudungnya, seseorang menarik lepas kerudung itu dari kepala Shafira dan melemparnya ke genangan air di toilet. Otomatis kerudung itu basah kuyup dan ketiga orang yang menjadi biang onar tertawa terbahak-bahak.

“Hahaha! Sudah dipastikan kau jadi gosip menarik minggu ini, Sapphire!” teriak Hara, salah satu dari ketiga gadis menyebalkan.

“Namaku Shafira, bukan Sapphire.”

“Oh, salah ya?!” Soyeon tertawa sinis lalu menjambak rambut Tania keras.

“AWWWWWW!” Tania tertarik ke belakang dan terjatuh.

“Apa-apaan ini? HARA, SOYEON, dan AH YOUNG! Keluar sekarang jugaaa!” Ega membentak ketiga gadis yang sangat nakal itu. Sementara, Shafira menangis tersedu-sedu mengingat kerudung kesayangannya.

“Shaaaf, jangan nangis. Ini pakai dulu jaketku sebagai kerudung sementara. Nanti kalau sudah dapat bantuan, baru aku datang lagi ke sini. Oke?” Olivia langsung melesat begitu saja keluar kamar mandi.

“Aish , Vi lama sekalii,” protes Tania.

“Aduh , aku takut jika kita telat masuk ke kelas,” lirih Shafira.

“Duh , semoga tidak!” Ega menggigit bibirnya.

Tiba-tiba Olivia masuk ke dalam toilet. “Ilaaa, Ilaaa! Aku dapat kerudung cadangan dari guru Agama Islam. Namanya Kaira sonsaengnim, pakai sajalah. Meskipun warnanya pink,” kata Olivia membujuk.

“Thanks Oliv, ng, bagaimana dengan kerudungku?” Shafira melihat sedih kepada kerudung birunya yang tergenang di air.

“Haish , itu sih gampang. Nanti saja, kau taruh saja dulu di kantong kresek. Nanti , kalau sudah kau cuci di asrama,” jawab Ega.

oOoOoOo

“Ah , I have an idea!”

Ah Young menatap dengan mata cemerlang ke arah Soyeon yang baru saja berkata dengan nada sinis.

“Wae? Wae? Apa idemu itu, Soyeon-ah?” tanya ah Young.

“Pssst… ssst… huft… sst… pfft,” jelas Soyeon bersemangat ke telinga Ah Young.

“What an good idea!” Ah Young bertepuk tangan, saat itu juga Hara masuk ke dalam asrama memakai celana pendek dan baju lengan pendek berwarna fuchsia.

“Hi Girls. Ada berita apa?” Hara menopang dagunya sambil memainkan ipod pink kesayangannya.

“Soyeon punya ide.” Ah Young berbisik kepada sahabat nya, Hara dengan wajah antusias. Hara mendecak kagum. “Wuah, what an good idea. Kau memang sangat pintar, Soyeonnie. Ayo kita ke asrama mereka sekarang !” ajak Hara sambil mengganti celananya dengan jeans lalu memakai jaket panjang hitam agar tidak dikenali orang lain.

Setelah menjalankan rencana mereka , ketiga gadis itu pulang ke asrama mereka dengan puas.

oOoOoOo

“Huwaaaah…” Shafira menguap lebar sambil menatap ketiga temannya yang masih tidur.

“Hey , Ega bangun,” seru Shafira lembut. Ega langsung membuka kelopak matanya. “Nde? Ah , sudah jam tujuh . Hari ini kita masuk jam delapan lewat bukan?”

Olivia terbangun. “Hallo friends, sudah pada bangun ? Aw, tinggal Tania saja. Tan, bangun Tan ,” pinta Olivia.

“Sudah lah , Vi, nanti dia juga bangun sendiri,” jelas Ega sambil masuk ke kamar mandi. Setelah semua mandi, mereka sarapan dan menuju ke kelas dengan riang. Tidak disangka, semua murid memandang tajam dan dingin kepada saat masuk. Terlebih , pada Shafira.

“Wa-waeyo? Me-mereka kenapa?” Shafira melebarkan mata pada si Kembar, Yuyoung dan Yuyeon.

“Shaaf, sebenarnya ada berita penting yang membuat semua orang benci kepadamu. Tapi kami tidak karena kami tahu kau bukanlah gadis yang berbuat buruk ,” jelas Yuyoung.

“Iya itu  benar Shaf, nanti kita jelaskan. Ryu sonsaengnim sudah masuk , kajja kau duduk saja di belakang kami.” Kata Yuyeon ramah.

Shafira mengangguk dan duduk di belakang si kembar.

oOoOoOo

Istirahat.

“Cih, ada si pencuri!” Hara menendang keras kaki Shafira.

“HEH! Maksudmu apa mengatai Shafira pencuri? Dasar biang kerok!” teriak Olivia ketus.

“Huh, jadi kau membela Shafira yaa, Liv? Dia, kan pencuri,” kata Soyeon sambil memuntir-muntir rambut indahnya.

Shafira hanya bisa menghela nafas bingung. “Sebenarnya, ada apa ini?” tanyanya resah.

“Sudahlah Shaf, jangan berpura-pura tidak tau. Ini kamu, kan?” Hara menarik iPhone-nya dari saku, memencet serangkai aplikasi, dan menunjukkan gambar seseorang.

.

.

.

Ada Shafira sedang mengambil ponsel dari dalam sebuah tas berwarna cokelat. Dan jelas-jelas tas itu milik Ryu sonsaengnim.

Tidak mungkin.

TBC !

Mian gaje, RCL yaa^^

Advertisements

2 thoughts on “[THREESHOOT] Friendship is Beautiful (2/3)

  1. Kwon Yuyeon says:

    wuaaahh.. ada kita.. oenn, perasaan kita nyempil mulu dah ya?
    wkwk~
    ini critanya, si kembar jadi apa?
    nice epep ditunggu next chap alias epilognya ne ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s