[Freelance] IX-A’s STORY

Image

[FREELANCE] IX-A’s STORY

Title: IX-A’s Story

Length : Multichapter

Author : Kwon Yuyoung~

Rating : PG-11

Genre : School life, Friendship, Fantasy, Fluff

Cast : Lee Sunny (SNSD), Kim Hyoyeon (SNSD), Stephanie Hwang (SNSD), Kim Jongdae (EXO-M), Kim Jongin (EXO-K)

Other cast : *look by yourself*

A/Note : publish ff baru. Semoga sukaaa ^o^ enjoy it nde … 😀

.

.

.

.

Author’s Pov

 

Di SM Art School, sekolah yang penuh kenyamanan dan kesenangan hati. Tidak dengan kelas IX-A, kelas itu selalu ribut dan membuat kerusuhan , namun dengan anehnya seluruh siswa siswi di kelas itu sangat cerdas dan bahkan beberapa genius . Sungguh aneh, memang.

 

~

 

Pagi itu, seorang gadis dengan rambut cokelat panjang dan memakai sweater kotak-kotak berjalan di lorong sekolah yang sepi. Ia mengimpit satu map di tangan kirinya dan sebuah tas selempang di kanannya.

“Sunkyu-aaa!”

Seseorang menubruknya dari belakang.

“kau membuatku kaget, Hyoyeonnie” seru sunkyu pendek.

“aish, Sunkyu manis sekali jika cemberut seperti itu” goda Hyoyeon sambil mengajak Sunkyu masuk ke kelas mereka, kelas IX-A.

“uhm , jangan panggil aku sunkyu, please. Kau sudah tau, ‘kan.  Aku membenci nama itu !” kata Sunkyu.

“Euhm, baik sunshine! Sekarang kita ke lapangan, yuk ?” tanya Sunkyu.

Mereka pun beralih ke lapangan yang dipenuhi banyak siswi, mereka adalah tim basket putri.

“hey Sunny-ah ! Hyoyeon-ah!” panggil seorang gadis yang mereka kenal, Choi Sooyoung yang merupakan gadis terbandel di kelas IX-A namun gadis paling tinggi dan mengasyikkan.

“hi” seru keduanya.

“Kalian , tidak masuk kelas?” tanya sunbae mereka, Nicole.

“ani, Sunbaenim, bellnya masih lama” jawab Sunny.

“gyaaa! Kembalikan novelku!” samar-samar terdengar suara teriakan.

“ah, pasti itu Park Chanyeol dan Kim Jongdae sunbae yang sedang bertengkar” komentar hoobae mereka yang bertubuh tinggi, Sulli.

“channie dan chen memang tidak pernah akur rupanya” kata Hyoyeon.

Sunny hanya mengangguk. Lalu, sooyoung mendekati mereka. “gyaa, kau jangan membeberkan rahasia yaa” seru Sooyoung sambil mengedip. Sunny dan Hyoyeon tau artinya.

“kya! Park Chanyeol kembalikan sekaraaang !” namja yang diketahui bernama Chen itu berteriak-teriak dan mengejar seorang namja tinggi yang berambut ikal itu.

“Kejar kalau bisa ! lagian, kau culun sekali! Masa membaca novel ? Komik, dong !” balas namja yang memiliki gelar happy virus di kelas IX-A.

“Park Chanyeol-“

“iya, iya deh aku balikin” Chanyeol mendadak menjadi baik dan memberikan novel itu kepada sang empunya, yang mendelik dengan kesal.

“hmm, ada apa dengan Chanyeol kita ini ? mengapa ia menjadi baik, ya ? Karena melihat siapa ?” Sunny mendadak menjadi meledek seseorang. Hyoyeon menyundul-nyundul(?) Bahu Sooyoung yang wajahnya memerah. Hm, ada apa yaa ?

“sudah ! ja-jangan meledekku” teriak Sooyoung ketus sambil berdiri dan berlari ke kelas. Jelas dia malu.

Sementara itu , Hyoyeon hanya cekikikan bersama Sunny.

“tunggu, itu Steph kan ?” Sunny berdiri dan merapikan roknya, lalu menghampiri seorang gadis yang baru masuk kelas, rambut cokelat kemerahannya dikepang dua. Cantik dan manis sekali gadis itu. 

“tiff, sudah datang !?” Hyoyeon menghambur Tiffany.

“Um, ne. Sudah, memang ada apa ?” tanya Tiffany.

“kau sudah tahu ada lomba membuat komik ?” tanya Hyoyeon bersemangat.

Tiffany terbelalak. “hah ?! Mwoyaa , oh Gosh, kau tahu dari mana ? Aku akan setia membuat komik itu” tegasnya sambil tersenyum cerah , ya Tiffany memang pencinta komik, saking senangnya ia bermimpi menjadi komikus terkenal. *malah jadi artis* *abaikan.

“Dari mading, Steph” jawab Sunny sambil menunjuk mading kecokelatan di depan kelas mereka yang mulai ramai. Sunny memang terbiasa memanggil tiffany ‘Steph’ karena nama asli tiffany adalah Stephanie Hwang.

Tiffany hanya berlari kecil ke mading itu. “yak, aku akan mendaftar kepada Hara sonsaengnim” tekadnya.

“yaa, begitulah semangatmu Tiff, ternyata tidak pernah pudar soal komik” canda Hyoyeon.

Tiffany hanya mengangguk cerah. Pantas saja guru-guru suka padanya karena ia begitu periang. Tidak seperti Seohyun yang sedikit-sedikit ngambek atau Narsha yang pemarah.

KRING ! KRING…

“bel sudah berbunyi, kajja nanti Rae sonsaengnim keburu masuk !” kata Sunny sambil menarik tangan kedua sahabatnya.

 

~

 

“uuughhh, aku benci hari Senin ! Selalu saja banyak tugas!” Hyoyeon mengertakkan giginya.

“hmm, biar tidak badmood, kita makan ice cream saja, yuk ! Kajja” ajak Tiffany kepada kedua sahabatnya .

“Hmm, kau tahu tempat memakan ice cream yang enak dan murah ?” tanya Sunny.

“Tentu saja, di rumahku sendiri , ya kan aku menjual ice cream yang segar .” kata Tiffany.

“ kajja, kita ke sana ! Aku sudah tidak sabar.” , ajak Hyoyeon yang merasa sangat kepanasan.

Tiba-tiba …

BRUKKK ~ !

Tas tiffany, hyoyeon Sunny tiba-tiba jatuh dengan bunyi gedebuk, sepertinya tertubruk beberapa namja yang berlari-lari kencang , ya mereka adalah siswa kelas IX-A.

“huh ! Kalian ini yaa !” Hyoyeon melotot sebal. Semua isi tasnya berserakan kemana-mana.

“mau kubantu ? Mianhae” seru namja yang menabrak mereka. Terlihat itu adalah Yixing, Kai, Chanyeol, Kris, Kyungsoo, dan Baekhyun, juga Chen. Huft, mereka memang terkenal sangat heboh dan menyebalkan.

“Tidak usah, trims !” Hyoyeon berdecak kesal lalu mulai membereskan semua barangnya.

“ck, mau dibantu saja marah, ckckck” kata Kai kesal.

“bukan urusanmu!” Hyoyeon langsung menyandang tasnya pergi bersama Tiffany dan Sunny.

 

~

 

“Wuah , toko ice creammu sangat keren ! Aku boleh memesan secepatnya? Udara sangat panas nih Steph” keluh Sunny bersemangat.

“arraseo, Miss Jung ?” panggil Tiffany dengan sopan.

“Nde Nona?” tanya Miss Jung yang berambut hitam sepunggung.

“kau bisa ambilkan tiga ice cream untuk kami ? Kami kepanasan-“ pinta Tiffany halus.

“Um, jangan panggil saya Miss Jung, Nona. Terlalu sopan. Krystal saja” kata gadis manis itu.

“mengapa tidak ? Sopan itu perlu” ucap Tiffany dengan lembut. Aish, dia itu sangat sempurna bukan ? Perfect girl. But, nobody perfect in the world *Inggris author kacau ne J *

“Baiklah, nona mau pesan apa?”

Hyoyeon tampak berfikir sejenak. “umm, aku mau mocacchino ice cream with oreo” kata Hyoyeon sambil menepuk-nepuk bibirnya tanda berfikir.

Sunny’s Pov

 

Aku merengut ragu. “eumhh, sepertinyaa… aku mau ice choco creamo” kataku sambil menunjuknya.

“nde, silakan ditunggu. Nona Stephanie mau pesan apa?”

Tiffany tertawa. “panggil saja aku Tiffany,” ucapnya ramah.

“uh, oh baiklah Ti-Tiffany mau pesan apa ?” tanya gadis bernama Krystal itu.

“Fruit passion ice cream” jawab Tiffany.

“Ya, silakan ditunggu Nona , ups Tiffany maksudnya” Krystal tertawa kecil.

 

~

 

Aku pun pulang kerumah setelah memakan ice creamku, rasanya sungguh enak ! apalagi Tiffany berkata kita tak usah membayar, kita ini sahabatnya sih , tetap saja aku merasa tidak enak …

“Sunkyu-ah” panggil seseorang.

“ne eomma?” jawabku.

“Kau , tolong eomma ya” kata eomma.

“Arrachi , bantu apa ya ?”

“pergilah ke rumah Nyonya Kim dan meminta pesanan satu kotak kue bolu dan satu kotak kastengel. Teman eomma akan datang sore ini” keluh eomma.

“Otte !” aku pun mengganti bajuku dengan cepat, tentunya. Dress selutut dan celana pendek . Aku pun menalikan sepatu ketsku dan segera mengambil sepeda beserta uang yang dititipkan eomma. “paii paii eomma” ucapku dengan aegyo.

“ah, kau ini. sudah ya, hati-hati Sunny” kata eomma.

 

~

 

Ah , rumah Nyonya Kim, yang mana ya? Sekian banyak rumah disini sangat membuatku bingung, karena designnya sama-sama semua . ish…

“kau, mencari siapa sih?” tanya seseorang dibelakangku. Oh, itu Jongdae teman sekelas ku. “ tunggu ! Jongdae-ah kau kenapa ada disini ?”

“Hei, ini kompleks rumah ku, babo” desisnya sambil menjitak kepalaku. Auw, sakit !

“hey, appo ! Kau tau rumah Nyonya Kim?” tanyaku.

“Kim yang mana? Ada tiga bahkan” kata Jongdae sambil bersandar malas di batang pohon.

“eumh, di tulisannya sih Kim Sungyeon” kataku.

“oh, itu eommaku. Sudah, kau mau apa ?” tanya Jongdae.

“wah, kebetulan sekali ! Eomma memesan sesuatu dari eommamu . Dua kotak bolu dan dua kotak kastengel, ini uangnya. Dan harus sudah jadi sekarang” desakku.

“ne, nde ! Sudah, aku beritahu eomma dulu ya” Jongdae yang akrab dipanggil Chen itu masuk ke dalam rumahnya yang ternyata ada di sebelah kananku.

Aku pun melihat-lihat keadaan disini, cukup elite juga sih… hmm…

“ eh, ini pesananmu. Dan kembaliannya” Chen tiba-tiba kembali ke tempatku.

“oh, iya iya , gomawo! Paii paii” seruku dengan aksen seperti biasanya dan menaiki sepedaku.

 

~

 

SM Art School , aku memarkir sepeda ku di tempat pemarkiran sepeda, aku pun langsung mendapat ‘sambutan’ dari teman-teman sekelas ku, yah semacam Alice , Yuri, Narsha, Lizzy, dan Victoria. Mereka memandangku mengejek.

“Halo , Sunny tersayang sudah datang rupanya” ejek Narsha mengetuai mereka semua.

“Memang kenapa ?” gertakku sambil terus berjalan tak peduli.

“hmm, kasian sekali ya, ke sekolah saja naik sepeda” olok Yuri dengan suara cemprengnya.

“Aish, itu tidak menjadi urusanmu !” cibirku kesal.

“Ckck , rupanya Sunny kita ini gampang marah , ya” tukas Victoria dengan lagak soknya.

Tiba-tiba, sesuatu menyembur ke arahku dan aku mengerjap-ngerjap. Aish , apa ini lengket sekali ! Aku memandang tubuhku  yang tersiram telur. Wuah, menyebalkan ! Keterlaluan sekali, uuuuughhh !

“Huahahahaaa…” tawa semua gank yang menyebalkan itu. Lizzy menimpali “ huft, itu cocok untuk anak gembel sepertimu. Dan ada bonus, “ Tiba-tiba Lizzy mengguyurku dengan terigu . Aku mulai marah dan mendorong Lizzy ke arah pohon lalu membentaknya . “dengar, ya ! Miskin atau tidak, gembel atau tidak, BUKAN URUSANMU !” Aku membantingnya ke tanah dengan jurus wushu yang diajarkan Paman Tao. *Tao jadi paman? Ckckck!*

“hey, apa yang kaulakukan terhadap asisten leader kami?” Alice angkat bicara. Ia mulai mendekatiku dengan ember besar di tangannya. Aku langsung menendang ember itu , dan ember itu terbalik ke badannya sendiri. Yak , hahaha, rasakan ! Isinya adalah lumpur hijau yang sangat bau. Yah, pasti ia mengambilnya dari lapangan sepak bola!

“AAAA ! Friends, liat badanku !” jeritnya begitu panic. Semua temannya mendekatinya dengan panic. “aaa duh, gimana ini ? Aish , nanti kita dicap sebagai gank terjorok di SM Art School” pekik Yuri sambil mengobrak –abrik tasnya, mencari tissue mungkin. Tetapi tissue juga tidak berguna, toh lumpur itu sangat tebal dan sudah menempel di baju seragam Alice. Aku buru-buru pergi dari sana sebelum mereka melemparkan sesuatu lagi kepadaku . Aku menyeka rambutku yang penuh terigu .

“Sunkyu-a, gwaenchana ?”

Sebuah suara yang familiar datang di telingaku. Hmm, itu Chen. Kemana Hyoyeon dan Steph, ya? Mungkin mereka di kelas , huffft…

“Gwaenchana, hanya ini, seragamku ! Apa kau punya seragam cadangan ?” tanyaku putus asa.

“mm, tentu saja punya, tapii… kau tidak akan cocok memakai seragamku” ucap Chen gugup.

Ya, itu tentu saja ! ngapain aku bertanya padanya ? Hanya membuang waktu, aish !

 

~

 

Tiffany’s Pov

 

Aku sedang bercanda dengan sooyoung dan Hyoyeon, tiba-tiba aku liat Chen dan Sunny muncul di pintu kelas. Gyaaa, ada apa dengan badan Sunshine ? dia tampak sangat merana, tubuhnya penuh telur dan tepung.

“Apa kau berulang tahun ?” tanya Sooyoung polos.

“Anni” jawab Sunny pendek dengan nada kesal.

“apa kau diberi kejutan , Pendek?” ejek sebuah suara yang kukenal, tentu saja Chanyeol yang diberi gelar happy virus. Sedangkan Kris, anggota gank Chanyeol yang paling tinggi, hanya mengangkat bahunya dengan dingin . yah, dia dikenal sebagai Ice Prince di sekolah.

“Mwo?! Kau mengataiku PENDEK ?” Sunny mulai menjatuhkan tasnya yang penuh terigu dan mendekati Chanyeol. Chanyeol sebaiknya minta maaf buru-buru karena semua tahu jurus wushu dahsyat dari Sunny *maklum belajar sama Paman Tao wkwkwk* *abaikan.

“mi-mian hamnida ! Aku – aku hanya… refleks… kau kan memang pen… pendek” jawab Chanyeol terbata.

“oh, begitu ya !?” Sunny tertawa sinis. Ia mendekat dan menendang betis Chanyeol. Otomatis wajah Chanyeol menjadi biru bercampur merah *waaah keren oppa :*

“AAAAAWWW APPPOOO!” teriak Chanyeol yang langsung diberi sorakan dari seluruh kelas. Bukan karena senang, tetapi karena gusar. Yah, masa berteriak-teriak di kelas sementara dua menit lagi guru kesenian , Hara sonsaengnim, masuk kedalam kelas.

Sunny duduk di kursinya sambil badmood. Ia hanya mengelap wajah dan rambutnya dengan sekilas lalu duduk menatap ke depan, pemandangan yang membuatnya kalem lagi. Chen. Yaa, namja itu memiliki wajah yang membuat orang merasa kalem. Sayangnya, namja itu badung.

Hara sonsaengnim memasuki kelas. “Annyeonghaseyo Children” serunya bersemangat. “Saem hari ini memiliki pelajaran baru- eh, mana Yuri, Alice, Narsha, Lizzy, dan juga Victoria ?” tanyanya tiba-tiba.

Aku langsung menatap Sunny . “sun, bukannya kau dijaili mereka ?” bisikku dengan nada pelan. Sunny mengangguk muram. “yahh, tapi aku tidak akan mengaku. Itu salah mereka sendiri, ‘kan?” Aku hanya mengangguk.

End Tiffany’s Pov

 

Author’s Pov

 

“Hari ini, saem akan membuat sesuatu dari kardus. Ya, kalian harus membuat sesuatu dari rancangan kardus ! Sunkyu, kau sekelompok dengan Hyoyeon dan Jongdae dan juga Jongin. Stephanie, kau dengan Sooyoung, Yixing dan Yifan. Lalu, Bom, kau dengan Yoona, Sehun dan Luhan. Lalu, Chaerin kau dengan Seungah , Donghyun dan Kibum. Bla bla bla…” Hara sonsaengnim membagi kelompok dengan cepat.

“yak , kau ini bukannya mengerjakan malah asyik membaca komik !” Hyoyeon merebut komik yang dibaca oleh Kai, maksudnya Jongin . yaa, setiap guru disini memanggil dengan nama asli mereka .

Tiba-tiba Hyoyeon menjatuhkan komik itu.

“Wae hyo-ssi ?” tanya Sunny terkejut.

“KAIIII !” Hyoyeon menjitak kepala Kai. “Aish, appooo” teriak Kai.

“huft, kenapa sih ? Ribut banget. Ayo kita bikin kreasi nya” ajak Chen dengan tampang kalem dan menyejukkan *emang :D*

“Kai, kau ini membaca komik yadong? Sangat tidak senonoh !” Hyoyeon melotot pada Kai dan berjalan pada Hara sonsaengnim. “saem, Jongin membaca buku yadong!” teriak Hyoyeon keras.

“Aigo Jongin-ssi , kau harus dilaporkan kepada kepala sekolah !” Hara sonsaengnim terlihat marah.

Kai sendiri juga terlihat marah. “aku akan membencimu , Hyoyeon-ah. Selamanya ! Ugh !”

Sunny dan Chen yang melihatnya hanya mengangkat bahu , lalu membuat kreasi hanya berdua. Hyoyeon? Ia hanya membaca sesuatu di smartphone-nya dan Kai sibuk merengut menopang dagunya. Hufft , tampaknya Hyo dan Kai tidak akan pernah akur lagi selamanya.

 

~

 

“Aish ! Menyebalkan sekali. Kenapa harus seterik ini, sih ? Kenapa tidak hujan saja!” gumam Sunny dengan wajah kesal. Sahabatnya, Tiffany hanya mendecak melihat kelakuan sahabatnya. “ck, hei , kalau hujan beneran, kau bawa payung tidak ?” seloroh Tiffany sambil menepuk pundak Sunny.

“eung… sebenarnya, tidak siihh…” Sunny menggaruk-garuk kepalanya.

Tiba-tiba, DUARRR…

Petir menyambar dengan sangat keras. “Gyaa !”

“Aish, kenyataan ini begitu berat Sun, ternyata perkataan mu benar. Hari akan hujan” seru Tiffany sambil menutupi kepalanya dengan jaket.

“Steph jangan berlindung disitu ! nanti kau tersambar-“

DUARRRRRR !

“aaaaa !” teriak Tiffany sambil terjengkang. Lalu, ia pingsan dengan tangan yang terbakar sedikit.

“ppany, ppany ireona !”seru Chanyeol dan Suho yang kebetulan lewat.

“sudah, biar aku saja yang membawa nya ke UKS” tegas Suho.

“Anniya, biar aku saja sih, Suho-ah” gertak Chanyeol kepada Suho yang tingginya berbeda jauh itu.

Suho terdiam. “otte, baiklah tapi, lain kali aku lah yang harus menyelamatkan nya. Aku kan ketua UKS ! Bagaimana, sih, ck” gerutu Suho.

“hhmm, sorry. Lupa” jawab Chanyeol ringan seraya mengangkat tubuh Tiffany.

Sunny hanya menggigit bibirnya dengan khawatir. “aduuh, apa yang akan terjadi yah ?” ucapnya dengan cemas.

 

TBC

Gimana gaje ? Suka ? Like ahhhh ^O^~

Advertisements

3 thoughts on “[Freelance] IX-A’s STORY

  1. azkafantasticsone says:

    howahh!!!! bagus unn ^^ jangan lama2 lhoo..
    lanjutkan!! lanjutkan!! Ganbate Kudasai!! *maksa*
    Keep writing unn ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s